Senin 20 Juli 2026 — Menyerahkan Orang yang Kita Kasihi

John Bunyan, pengarang buku legendaris Pilgrim's Progress, dipenjara selama 12 tahun karena berkhotbah tanpa izin dari gereja negara di Inggris. Bagi Bunyan, penjara yang dingin tidak seberapa menyakitkan dibandingkan penderitaan mentalnya. Ia meninggalkan istri dan empat anaknya dalam kemiskinan, terutama anak perempuan sulungnya, Mary, yang buta. Bunyan menulis, "Berpisah dari istri dan anak-anak miskinku rasanya seperti dagingku dirobek dari tulangku... terutama anakku yang buta." Namun, di dalam selnya, ia mengambil keputusan terberat: Let Go of the Burden. Ia memercayakan perlindungan keluarganya sepenuhnya kepada Allah, karena ia sendiri tidak bisa berbuat apa-apa. 

"Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak." (Mazmur 37:5)

Saudara, sering kali beban terberat yang kita pikul bukanlah tentang diri kita sendiri, melainkan tentang masa depan orang-orang yang kita kasihi. Para orang tua memikul kecemasan akan masa depan anak-anak mereka. Suami mengkhawatirkan kesejahteraan istrinya. Tetapi kita harus sadar bahwa kita bukanlah pemilik hidup mereka. Tuhan jauh lebih mengasihi anak Anda daripada Anda sendiri! Melepaskan beban keluarga berarti mempercayakan mereka ke dalam tangan Tuhan yang jauh lebih kuat dan lebih panjang dari tangan kita. Jika Anda tidak bisa hadir atau menolong mereka saat ini, percayalah bahwa Tuhan selalu hadir. 

Pertanyaan refleksi: Siapa anggota keluarga yang hari ini membuat Anda cemas dan perlu Anda lepaskan ke dalam kedaulatan pemeliharaan Tuhan?

Kalimat kunci: Tangan manusia terlalu pendek untuk melindungi orang-orang yang kita kasihi sepanjang waktu; serahkan mereka ke dalam pelukan kekekalan Allah.



Stay Connected

To stay up to date on everything happening at GBI Eben Haezer, subscribe to our weekly newsletter.