Sabtu 18 Juli 2026 — Mukjizat di Kaki Gunung Arjuno
___________________________________________________________________
Pdt. Petrus Octavianus, pendiri Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia (YPPII) di Batu, Jawa Timur, memulai pelayanannya di era 1960-an dengan modal iman. Visi Tuhan baginya sangat besar: mengirimkan ribuan misionaris ke seluruh Nusantara dan dunia. Namun, sering kali kas yayasan benar-benar kosong sementara tagihan menumpuk dan keluarga misionaris butuh makan. Beban ekonomi dan tekanan pelayanan itu sangat meremukkan. Pdt. Octavianus memiliki kebiasaan: setiap kali beban itu datang, ia akan mengunci diri di ruang doanya yang menghadap Gunung Arjuno, menangis dan berteriak memindahkan beban utang dan operasional itu kepada "Pemilik Kebun Anggur". Ia selalu keluar dari ruangan itu dengan wajah berseri-seri, dan anehnya, wesel atau kiriman uang selalu datang tepat pada waktunya.
"Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan." (Matius 11:29)
Saudara, "kuk" (Yunani: zygos) adalah kayu melengkung yang dipasang pada tengkuk dua ekor lembu agar mereka bisa menarik bajak bersama-sama. Sering kali dalam pekerjaan atau beban keluarga, kita berusaha menarik "bajak" kehidupan sendirian. Kita memaksakan diri sampai kehabisan tenaga. Yesus mengundang kita masuk ke dalam kuk-Nya. Artinya, Ia menjadi Lembu Utama yang memikul beban terberat, dan kita hanya perlu berjalan beriringan dengan-Nya. Anda tidak perlu menangung beban ekonomi dan pelayanan Anda sendirian.
Pertanyaan refleksi: Sudahkah Anda mengambil waktu khusus hari ini untuk memindahkan beban finansial Anda kepada Tuhan?
Kalimat kunci: Kita tidak didesain untuk menjadi juruselamat atas masalah kita sendiri; biarkan Tuhan yang menjadi Tuhan atas dompet dan pelayanan Anda.
Newest Events
Kamis 20 Agustus 2026 — Panggilan yang Mengubah Label
Rabu 19 Agustus 2026 — Mengapung di Atas Tekanan
Selasa 18 Agustus 2026 — Mahakarya yang Sedang Ditulis
Senin 17 Agustus 2026 — Proklamasi Kemerdekaan Rohani (Edisi Spesial Kemerdekaan RI)
Minggu 16 Agustus 2026 — Bebas dari Pengadilan Masa Lalu