📅 4 Agustus 2025 🕯️ Saat Doa Menjadi Nafas Hidup
đź“… 4 Agustus 2025
🕯️ Saat Doa Menjadi Nafas Hidup
Pak Sumarno, seorang buruh pabrik tua di pinggiran Bekasi, mungkin tidak dikenal oleh banyak orang. Tapi bagi rekan-rekan kerjanya, ia adalah pribadi yang unik. Setiap pagi, sebelum bel pabrik berbunyi, ia berdiri diam di pojok ruang istirahat, menundukkan kepala dan berdoa. Bukan hanya saat sulit, tapi setiap hari. “Saya tidak bisa hidup tanpa doa,” katanya pelan.
Ia tidak sekolah tinggi. Tidak tahu kuasa rohani dalam berdoa. Tapi satu hal ia tahu: Tuhan mendengarkan orang kecil yang berseru dari hati. Ketika anaknya masuk rumah sakit dan istrinya kehilangan pekerjaan, ia tetap datang tepat waktu ke pabrik—dengan senyum dan damai yang aneh. “Saya sudah serahkan semua ke Tuhan sejak jam empat pagi,” katanya. Doa bukan tambahan. Doa adalah nafas hidupnya.
“Tetaplah berdoa.”
— 1 Tesalonika 5:17
Saudara, doa tidak harus panjang dan rumit. Tapi ketika saudara menjadikannya ritme harian, hidup saudara akan tenang meski badai datang. Doa membuat saudara stabil di tengah kekacauan.
Pertanyaan refleksi:
Apakah doa sudah menjadi kebutuhan saudara... atau hanya rutinitas darurat?
Kalimat kunci:
Doa bukan sekadar aktivitas rohani—doa adalah nafas iman yang membuat jiwa tetap hidup.
Newest Events
Senin, 16 Februari 2026 Empati yang Melihat dengan Mata Kristus
Minggu, 15 Februari 2026 Salib: Pusat Segala Pengampunan
Sabtu, 14 Februari 2026 Mengampuni Diri Sendiri
Jumat, 13 Februari 2026 Pengampunan yang Mengubah Arah Hidup
Kamis, 12 Februari 2026 Mengampuni Meski Disalahpahami