Sabtu, 14 Februari 2026 Mengampuni Diri Sendiri
Seorang pelayan Tuhan di Indonesia hampir meninggalkan pelayanan setelah sebuah kegagalan yang ia anggap tidak termaafkan. Ia tetap berkhotbah, tetap melayani, tetapi hatinya hancur. Setiap kali berdiri di mimbar, ia merasa tidak layak. Ayat-ayat yang ia sampaikan kepada jemaat justru berbalik menuduh dirinya sendiri. Doa-doanya tidak lagi dipenuhi iman, melainkan rasa bersalah.
Ia menjalani hari-hari dengan senyum di luar, tetapi peperangan di dalam. Ia melayani Tuhan, namun diam-diam menghukum dirinya sendiri lebih keras daripada siapa pun. Ia tahu Tuhan mengampuni, tetapi ia tidak mengizinkan pengampunan itu turun ke dalam hatinya.
Melalui pendampingan rohani yang panjang dan jujur, ia akhirnya dihadapkan pada satu kebenaran sederhana namun menembus jiwa: ia lebih keras kepada dirinya sendiri daripada Tuhan kepadanya. Ia menyadari bahwa menolak mengampuni diri sendiri bukanlah kerendahan hati, melainkan ketidakpercayaan pada karya salib Kristus.
Di titik itulah ia belajar menerima pengampunan Kristus sepenuhnya. Bukan hanya secara teologis, tetapi secara pribadi. Perlahan, rasa bersalah digantikan oleh syukur. Mimbar tidak lagi menjadi tempat penghakiman, melainkan altar anugerah. Dari sanalah pelayanannya dipulihkan, bahkan diperdalam.
Firman Tuhan:
Mazmur 103:12
Mengampuni diri sendiri adalah ketaatan iman kepada karya salib Kristus.
Pertanyaan Refleksi:
Apakah saudara masih menghukum diri sendiri atas dosa yang sudah Tuhan ampuni?
Kalimat Kunci:
Menerima pengampunan Tuhan adalah langkah awal hidup baru.
Newest Events
Jumat 3 April 2026 — Jumat Agung: Kemenangan di Balik Penderitaan
Kamis 2 April 2026 — Kasih yang Tercurah
Rabu 1 April 2026 — Jalan Menuju Salib
Selasa 31 Maret 2026 Signature to the World – Hidup yang Menyelesaikan Tugas Ilahi
Senin 30 Maret 2026 Signature to the World – Terang yang Tidak Tersembunyi