Kamis, 12 Februari 2026 Mengampuni Meski Disalahpahami
Dietrich Bonhoeffer bukan hanya dianiaya oleh rezim Nazi, tetapi juga disalahpahami dan ditinggalkan oleh rekan seimannya sendiri. Ia difitnah, dipenjara, dan akhirnya dieksekusi. Namun dari dalam penjara, ia menulis tentang kasih, pengampunan, dan ketaatan kepada Kristus.
Bonhoeffer percaya bahwa mengampuni bukan berarti menyangkal kebenaran, tetapi menyerahkan keadilan kepada Tuhan. Ia memilih menjaga hatinya tetap bersih agar kesaksiannya tentang Kristus tidak ternoda oleh kebencian.
Firman Tuhan:
Roma 12:17–18
Pengampunan menjaga hati tetap lembut di tengah ketidakadilan.
Pertanyaan Refleksi:
Apakah saudara bersedia mengampuni meski kebenaran saudara tidak dibela manusia?
Kalimat Kunci:
Kasih Kristus tetap berdiri di tengah ketidakadilan.
Newest Events
Minggu 8 Maret 2026 Signature of Grace – Wanita yang Mengampuni Pembunuh Anaknya
Sabtu, 7 Februari 2026 Rendah Hati Menjaga Relasi Tetap Hidup
6 Maret 2026 Signature of Grace – Dipulihkan Setelah Kegagalan
5 Maret 2026 Signature of Grace – Tidak Dibatalkan oleh Proses yang Panjang
4 Maret 2026 Signature of Grace – Dipilih di Tengah Keterbatasan