Jumat, 23 Oktober 2026 — BAGIAN SAYA DAN BAGIAN TUHAN
Pada tahun 1865, Hudson Taylor berjalan di pantai Brighton, Inggris, dengan beban yang sangat besar terhadap jutaan orang di pedalaman Tiongkok yang belum mendengar Injil.
Ia bergumul karena kebutuhan begitu besar sementara sumber daya yang dimilikinya begitu terbatas.
Dari pergumulan itu lahirlah keputusan untuk membentuk China Inland Mission.
Taylor kemudian menjelaskan satu prinsip yang menjadi sangat penting dalam kehidupannya: ia harus melakukan bagian yang Tuhan percayakan kepadanya, sedangkan hasil dan konsekuensi akhirnya harus diserahkan kepada Tuhan.
Ia tidak mengetahui pada tahun 1865 seperti apa China Inland Mission puluhan tahun kemudian.
Ia hanya mengetahui langkah yang harus dilakukan.
Pada saat Taylor meninggal tahun 1905, China Inland Mission telah berkembang menjadi sebuah jaringan besar dengan ratusan misionaris yang bekerja di berbagai provinsi di Tiongkok.
Saudara, salah satu sumber kelelahan terbesar dalam kehidupan adalah ketika kita mencoba mengambil alih bagian Tuhan.
Kita ingin memastikan semua hasil.
Kita ingin memastikan semua orang berubah.
Kita ingin menjamin bahwa semua rencana berhasil.
Kita ingin mengetahui bahwa setiap pengorbanan menghasilkan sesuatu.
Padahal Firman Tuhan berkata:
“Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi TUHANlah yang menentukan arah langkahnya.” — Amsal 16:9
Ayat ini tidak melarang perencanaan.
Manusia memikir-mikirkan jalannya.
Kita perlu membuat rencana.
Kita perlu belajar.
Kita perlu bekerja.
Kita perlu menimbang keputusan.
Tetapi akhirnya kita mengakui:
Tuhanlah yang menentukan arah langkah.
Ada bagian saya.
Ada bagian Tuhan.
Bagian saya adalah taat.
Bagian saya adalah bertanggung jawab.
Bagian saya adalah melakukan yang terbaik.
Bagian saya adalah berdoa dan mengambil keputusan dengan bijaksana.
Tetapi saya tidak dapat mengendalikan semua hasil.
Orang tua dapat mendidik anak, tetapi tidak dapat mengendalikan seluruh pilihan anak.
Pemimpin dapat memimpin dengan baik, tetapi tidak dapat mengendalikan semua respons orang.
Kita dapat bekerja keras, tetapi tidak dapat mengendalikan seluruh keadaan ekonomi.
Kita dapat berobat dan menjaga kesehatan, tetapi tidak dapat menjamin seluruh hasil medis.
Ada titik ketika kita harus berkata:
“Tuhan, saya akan mengerjakan bagian saya. Hasil akhirnya saya serahkan kepada-Mu.”
Itu bukan sikap pasif.
Itulah penyerahan.
Kerjakan yang Tuhan percayakan.
Lalu lepaskan keinginan untuk menjadi Tuhan atas hasil akhirnya.
Pertanyaan Refleksi:
Adakah hasil yang selama ini berusaha saya kendalikan, padahal Tuhan hanya meminta saya mengerjakan bagian saya dengan setia?
Ingatlah!
“Ketaatan mengerjakan bagian kita dengan sungguh-sungguh; iman menyerahkan hasil yang tidak dapat kita kendalikan kepada Tuhan.” Amin.
Newest Events
Sabtu, 24 Oktober 2026 — JANGAN MEMBANGUN HARAPAN HANYA PADA HASIL YANG TERLIHAT
Jumat, 23 Oktober 2026 — BAGIAN SAYA DAN BAGIAN TUHAN
Kamis, 22 Oktober 2026 — TETAP SETIA DI TEMPAT YANG BELUM IDEAL
Rabu, 21 Oktober 2026 — FOKUS PADA LANGKAH, BUKAN HANYA HASIL
Selasa, 20 Oktober 2026 — UBAH NIAT MENJADI LANGKAH