Rabu, 21 Oktober 2026 — FOKUS PADA LANGKAH, BUKAN HANYA HASIL

Dalam psikologi olahraga dikenal perbedaan antara outcome goals dan process goals.

Outcome goal berfokus pada hasil akhir:

“Saya harus memenangkan pertandingan.”

“Saya harus menjadi juara.”

Process goal berfokus pada hal yang dapat dilakukan dengan baik sekarang:

“Saya akan menjaga teknik.”

“Saya akan mengikuti strategi.”

“Saya akan melakukan setiap gerakan dengan benar.”

Sebuah systematic review dan meta-analysis terhadap 27 penelitian mengenai goal setting dalam olahraga menemukan bahwa process goals menunjukkan efek yang lebih besar terhadap performa dibandingkan outcome goals dalam penelitian yang dianalisis. Temuan tersebut mengingatkan bahwa perhatian kepada proses yang dapat dilakukan sekarang sering lebih efektif daripada hanya terobsesi dengan hasil akhir.

Prinsip ini menolong kita memahami perjalanan iman Abraham.

Firman Tuhan berkata:

“Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah.” — Ibrani 11:9

Abraham menerima janji.

Tetapi ia belum langsung memiliki seluruh tanah itu.

Ia masih tinggal dalam kemah.

Ia masih hidup sebagai pendatang.

Janji sudah ada.

Tetapi hasil akhirnya belum sepenuhnya terlihat.

Apa yang dilakukan Abraham?

Ia tetap menjalani kehidupan yang Tuhan percayakan kepadanya.

Saudara, kita sering terlalu terfokus kepada hasil.

“Apakah anak saya akhirnya berubah?”

“Apakah usaha saya nanti berhasil?”

“Apakah pelayanan saya akan besar?”

“Apakah penyakit saya akan sembuh?”

“Apakah pengorbanan saya akan dihargai?”

Pertanyaan itu manusiawi.

Tetapi tidak semua hasil berada dalam kendali kita.

Yang berada dalam tanggung jawab kita adalah:

Apakah hari ini saya tetap jujur?

Apakah hari ini saya tetap mengasihi?

Apakah hari ini saya tetap berdoa?

Apakah hari ini saya mengerjakan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya?

Apakah hari ini saya tetap menaati Tuhan?

Kita sering ingin mengendalikan destination.

Tuhan meminta kita setia dalam journey.

Orang tua tidak dapat memaksa anak berubah, tetapi dapat tetap mengasihi dan memberi teladan.

Pelayan Tuhan tidak dapat memaksa gereja bertumbuh, tetapi dapat tetap memberitakan Firman dengan setia.

Kita tidak dapat menentukan semua hasil.

Tetapi kita dapat menentukan bagaimana kita menjalani tanggung jawab hari ini.

Serahkan hasil kepada Tuhan.

Kerjakan bagian saudara dengan setia.

Pertanyaan Refleksi:
Apakah saya sedang terlalu memikirkan hasil yang tidak dapat saya kendalikan sehingga mengabaikan tanggung jawab yang sebenarnya dapat saya lakukan hari ini?

Ingatlah!
“Kita tidak menguasai seluruh hasil perjalanan, tetapi kita dapat memilih untuk setia dalam setiap langkah yang Tuhan percayakan.” Amin.

Stay Connected

To stay up to date on everything happening at GBI Eben Haezer, subscribe to our weekly newsletter.