Rabu, 7 Oktober 2026 — SEBELUM MEMINTA JALAN, KEMBALILAH KEPADA TUHAN

Pada tahun 1904–1905, sebuah kebangunan rohani besar terjadi di Wales. Salah satu nama yang paling sering dikaitkan dengan peristiwa itu adalah Evan Roberts, seorang pemuda yang sejak lama berdoa agar Tuhan membangunkan gereja-Nya.

Namun kebangunan rohani itu tidak dimulai dengan strategi pemasaran, pembangunan gedung besar, atau program yang rumit.

Salah satu cirinya adalah pertobatan.

Orang-orang mengaku dosa, memperbaiki hubungan, mengembalikan barang yang bukan milik mereka, meninggalkan kebiasaan lama, dan memperbarui komitmen kepada Kristus.

Mereka tidak hanya meminta Tuhan mengubah keadaan.

Mereka mengizinkan Tuhan terlebih dahulu mengubah hati mereka.

Hal serupa terjadi dalam 1 Samuel 7.

Firman Tuhan berkata:

“Jika kamu berbalik kepada TUHAN dengan segenap hati, maka jauhkanlah para allah asing dan para Asytoret dari tengah-tengahmu dan tujukanlah hatimu kepada TUHAN dan beribadahlah hanya kepada-Nya.” — 1 Samuel 7:3

Saudara, sebelum Samuel mendirikan batu Eben-Haezer, ada sesuatu yang terjadi lebih dahulu:

Israel kembali kepada Tuhan.

Mereka tidak langsung meminta kemenangan atas Filistin.

Pertama-tama mereka membereskan hati.

Inilah hal yang mudah kita lewatkan.

Kita sering meminta:

“Tuhan, ubah pekerjaan saya.”

“Tuhan, ubah keluarga saya.”

“Tuhan, ubah keadaan saya.”

“Tuhan, buka jalan baru.”

Tetapi kadang pertanyaan yang lebih penting adalah:

“Tuhan, adakah sesuatu dalam diri saya yang terlebih dahulu harus Engkau ubah?”

Gangguan dalam kehidupan tidak selalu berarti kita telah berbuat salah.

Tetapi setiap gangguan dapat menjadi kesempatan untuk memeriksa hati.

Apakah Tuhan masih menjadi yang terutama?

Apakah ada sesuatu yang perlahan mengambil tempat-Nya?

Apakah keberhasilan, pekerjaan, uang, relasi, bahkan pelayanan sendiri mulai lebih penting daripada Tuhan?

Sebelum meminta Tuhan menunjukkan jalan berikutnya, berhentilah sejenak.

Kembalilah kepada-Nya.

Kadang perubahan terbesar yang diperlukan bukan terjadi di sekitar kita.

Perubahan itu dimulai di dalam kita.

Pertanyaan Refleksi:
Adakah sesuatu dalam hati saya yang perlu dibereskan sebelum saya terus meminta Tuhan mengubah keadaan di sekitar saya?

Ingatlah!
“Sebelum Tuhan mengarahkan langkah kita, Ia sering terlebih dahulu memanggil hati kita kembali kepada-Nya.” Amin.

Stay Connected

To stay up to date on everything happening at GBI Eben Haezer, subscribe to our weekly newsletter.