📅 26 Juli 2025 🌾 Petani Sederhana, Hati yang Luar Biasa
Pak Mulyono adalah seorang petani sederhana dari Kulon Progo, Yogyakarta. Ia hidup pas-pasan, tak dikenal publik, dan hanya menempati gubuk bambu yang sederhana. Namun satu hal yang luar biasa: ia adalah pendoa syafaat yang tekun. Setiap jam 4 pagi, Pak Mulyono sudah bersujud di ladangnya, mendoakan gereja-gereja di daerahnya, para pemuda yang ia lihat di jalan, bahkan para pejabat yang tak pernah ia temui.
Dulu, ia pernah hidup sebagai penjudi dan pemabuk. Tapi setelah mengalami pertobatan dalam sebuah KKR desa kecil, ia tak pernah kembali ke hidup lamanya. Tak bisa baca Alkitab dengan lancar, tapi menghafal firman dan hidup dalam kasih. Banyak orang kampung bersaksi bahwa kehadiran Pak Mulyono membawa damai di tengah konflik. Bahkan, ia sering berpuasa agar anak-anak muda di desanya mengenal Yesus.
“Tetapi Allah memilih yang bodoh bagi dunia untuk memalukan orang-orang yang berhikmat.”
— 1 Korintus 1:27a
Saudara, Tuhan tidak mencari gelar, kekayaan, atau pengaruh dunia. Ia mencari hati yang menyerah sepenuhnya. Dari ladang yang tersembunyi, Tuhan membangkitkan pendoa yang mengguncang dunia rohani.
Pertanyaan refleksi:
Apakah saudara merasa diri terlalu sederhana atau tak layak dipakai Tuhan? Maukah saudara menyerahkan hidup saudara sepenuhnya seperti Pak Mulyono?
Kalimat kunci:
Tuhan lebih suka hati yang tersungkur di ladang daripada suara nyaring di atas mimbar.
Newest Events
Senin, 16 Februari 2026 Empati yang Melihat dengan Mata Kristus
Minggu, 15 Februari 2026 Salib: Pusat Segala Pengampunan
Sabtu, 14 Februari 2026 Mengampuni Diri Sendiri
Jumat, 13 Februari 2026 Pengampunan yang Mengubah Arah Hidup
Kamis, 12 Februari 2026 Mengampuni Meski Disalahpahami