📅 24 Juli 2025 🕯️ Pelayan Tuhan dari Balik Kekecewaan
Ester, seorang guru sekolah minggu dari Bandung, pernah mengalami kekecewaan mendalam setelah kehilangan anak pertamanya karena keguguran. Ia merasa Tuhan tidak adil. Selama berbulan-bulan, ia menolak melayani, berhenti berdoa, dan menghindari persekutuan. “Aku kecewa pada Tuhan,” katanya jujur kepada seorang sahabat.
Namun suatu hari, ia menemukan catatan kecil di Alkitab milik mendiang ibunya yang sudah wafat. Catatan itu bertuliskan: “Tuhan tidak pernah mengambil sesuatu tanpa rencana yang lebih besar.” Hatinya tersentuh. Ia kembali ke pelukan kasih karunia. Ia tidak hanya pulih, tapi mulai melayani para ibu yang mengalami kehilangan, termasuk melalui komunitas pemulihan bernama Pelukan Surga.
Kini Ester bukan hanya guru sekolah minggu, tapi juga konselor rohani. Kehilangan yang dulu menjadi luka, kini menjadi saluran kasih yang menyembuhkan.
“Terpujilah Allah... yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, supaya kami dapat menghibur mereka yang berada dalam bermacam-macam penderitaan.”
— 2 Korintus 1:3–4
Saudara, Tuhan tidak menyia-nyiakan air mata. Ia bisa memakai luka saudara untuk menjadi pelipur bagi banyak jiwa yang terluka.
Pertanyaan refleksi:
Apakah saudara bersedia menyerahkan rasa kecewa terdalam saudara agar Tuhan mengubahnya menjadi pelayanan kasih?
Kalimat kunci:
Luka yang dipulihkan oleh kasih karunia Tuhan akan menjadi saluran penghiburan bagi dunia yang penuh air mata.
Newest Events
Senin, 16 Februari 2026 Empati yang Melihat dengan Mata Kristus
Minggu, 15 Februari 2026 Salib: Pusat Segala Pengampunan
Sabtu, 14 Februari 2026 Mengampuni Diri Sendiri
Jumat, 13 Februari 2026 Pengampunan yang Mengubah Arah Hidup
Kamis, 12 Februari 2026 Mengampuni Meski Disalahpahami