Rabu 26 Agustus 2026 — Deklarasi yang Mendahului Kemenangan

Selama Perang Dunia II, ketika pasukan Sekutu tampaknya akan kalah dan Inggris berada di ambang kehancuran, seorang pendoa syafaat bernama Rees Howells memimpin kelompok doa di Wales Bible College. Alih-alih berdoa dengan ketakutan membaca berita-berita perang yang suram, Howells dan para siswanya berdoa dengan otoritas ilahi. Mereka sering kali mendeklarasikan kekalahan Nazi Jerman dan kemenangan pasukan Sekutu jauh sebelum pertempuran itu sendiri terjadi di medan perang. Mereka mengklaim janji Tuhan atas Eropa dalam doa-doa yang profetik. Banyak sejarawan Kristen meyakini bahwa syafaat dan deklarasi iman dari Wales inilah yang membalikkan gelombang pertempuran di udara maupun di Normandia.

"Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: 'Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata', maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata." (2 Korintus 4:13)

Saudara, Rasul Paulus mengutip Mazmur 116 untuk mengajarkan sebuah prinsip rohani yang dahsyat. Kata "berkata-kata" menggunakan istilah Yunani Laleo, yang berarti membunyikan suara, memecah kesunyian, atau berbicara dengan berani. Iman itu memiliki suara! Jika Anda memiliki iman atas masa depan anak Anda, atas kebangkitan usaha Anda dari keterpurukan, Anda tidak boleh hanya menyimpannya diam-diam di dalam hati. Anda harus me-laleo-kan iman itu. Pecahkan kesunyian keputusasaan di rumah Anda dengan puji-pujian dan deklarasi firman. Sama seperti Rees Howells yang mendeklarasikan kemenangan sebelum radio menyiarkannya, perkatakan terobosan atas hidup Anda sebelum rekening bank Anda membuktikannya.

  • Pertanyaan refleksi: Apakah Anda lebih sering "memecah kesunyian" di rumah dengan keluhan atau dengan deklarasi kemenangan?
  • Kalimat kunci: Iman yang sejati tidak pernah bisu; ia selalu menemukan cara untuk mendeklarasikan kemenangan di tengah peperangan.

Stay Connected

To stay up to date on everything happening at GBI Eben Haezer, subscribe to our weekly newsletter.