Jumat 21 Agustus 2026 — Melucuti Pakaian Lama (Penutup Minggu 3)

Pada awal abad ke-18, Count Nikolaus von Zinzendorf adalah seorang bangsawan muda yang kaya raya, memiliki kekuasaan dan masa depan politik yang cerah di Eropa. Suatu hari, ia melihat sebuah lukisan Yesus yang sedang memakai mahkota duri (karya Domenico Feti berjudul Ecce Homo). Di bawah lukisan itu tertulis kalimat: "Ini yang telah Kulakukan untukmu, apa yang telah kaulakukan untuk-Ku?" Hati Zinzendorf hancur. Saat itu juga, identitas egoisnya sebagai bangsawan yang mengejar kenyamanan mati. Ia menyerahkan harta dan tanahnya untuk menampung para pengungsi Kristen yang dianiaya, dan memelopori gerakan doa Moravia yang berlangsung 24 jam sehari selama 100 tahun tanpa henti!

"Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru..." (Kolose 3:9-10a)

Saudara, minggu ini kita telah belajar bahwa mendeklarasikan identitas di dalam Kristus berarti berani menanggalkan identitas palsu kita. Kata "menanggalkan" di ayat ini menggunakan kata Yunani Apekduomai, yang berarti melucuti atau menanggalkan pakaian kotor secara total, membuangnya dan tidak pernah memakainya kembali. Sebagai penutup minggu ketiga, mari periksa lemari rohani kita. Apakah Anda masih sering memakai "pakaian" rasa bersalah masa lalu? Apakah Anda masih mengenakan "jaket" kesombongan jabatan? Lakukan ekskavasi rohani hari ini: lepaskan semua kain lap kefanaan itu, dan kenakan jubah kebenaran Kristus. Kehidupan yang berdampak radikal hanya dimulai ketika kita tahu pasti siapa diri kita di hadapan salib-Nya.

  • Pertanyaan refleksi: "Pakaian" masa lalu apa (dosa, trauma, atau kesombongan) yang hari ini secara sadar harus Anda lucuti dari pikiran Anda?
  • Kalimat kunci: Kita tidak bisa mengenakan identitas baru di dalam Kristus jika kita masih bersikeras memakai pakaian usang masa lalu kita.

Stay Connected

To stay up to date on everything happening at GBI Eben Haezer, subscribe to our weekly newsletter.