Senin 24 Agustus 2026 — Terang Janji di Tengah Penjara Kematian

Adoniram Judson, misionaris pionir asal Amerika ke Burma (Myanmar) pada awal abad ke-19, menghadapi penderitaan yang luar biasa. Selama enam tahun pertama pelayanannya, tidak ada satu pun orang yang bertobat. Ia kehilangan anaknya karena penyakit, dan kemudian ia ditangkap serta dijebloskan ke penjara bawah tanah yang kotor dan mematikan selama belasan bulan. Suatu hari, seorang tahanan lain yang mengejeknya bertanya, "Judson, dengan semua penderitaan ini, bagaimana prospek penginjilanmu sekarang?" Judson yang dirantai dan kelaparan itu menjawab dengan lantang, "Prospeknya sama terangnya dengan janji-janji Allah!" Ia memperkatakan iman sebelum melihat hasilnya, dan hari ini, ada jutaan orang Kristen di Myanmar sebagai buah dari benih iman tersebut.

"Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: 'Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.'" (Roma 4:18)

Saudara, di tengah tagihan yang menumpuk, bisnis yang sepi, atau masalah keluarga yang tak kunjung selesai, sangat wajar jika secara manusiawi kita merasa "tidak ada dasar untuk berharap". Namun, perhatikan kata "berharap" dalam ayat ini. Rasul Paulus menggunakan kata Yunani Elpis, yang bukan berarti sekadar keinginan kosong ("mudah-mudahan terjadi"), melainkan sebuah ekspektasi yang penuh kepastian dan antisipasi yang menyenangkan bahwa Tuhan akan menepati janji-Nya. Abraham mendeklarasikan imannya karena ia tidak melihat kepada kondisi tubuhnya yang sudah mati, melainkan kepada janji Allah yang hidup. Di saat Anda belum melihat mukjizat pemulihan ekonomi atau pertobatan anggota keluarga Anda, jangan biarkan mulut Anda mendeklarasikan kekalahan. Jadikan Elpis sebagai fondasi perkataan Anda.

  • Pertanyaan refleksi: Area pergumulan apa yang saat ini membuat Anda merasa "tidak ada dasar untuk berharap"?
  • Kalimat kunci: Deklarasi iman tidak membantah realita yang pahit, tetapi mengundang janji Tuhan yang manis untuk mengambil alih keadaan.

Stay Connected

To stay up to date on everything happening at GBI Eben Haezer, subscribe to our weekly newsletter.