Selasa, 10 Februari 2026 Mengampuni Tanpa Menunggu Permintaan Maaf
Sejak usia enam minggu, Fanny Crosby hidup dalam kegelapan. Kesalahan medis membuatnya buta seumur hidup. Banyak orang menduga ia akan hidup dalam kepahitan. Namun yang keluar dari hidupnya justru pujian. Lebih dari delapan ribu lagu rohani ia tulis, termasuk Blessed Assurance.
Suatu kali seseorang bertanya apakah ia marah kepada dokter yang menyebabkan kebutaannya. Fanny menjawab dengan lembut bahwa ia telah memilih mengampuni sejak lama. Ia tidak ingin hidupnya dikendalikan oleh luka, melainkan oleh kasih karunia Tuhan.
Saudara, Fanny mengampuni tanpa pernah menerima permintaan maaf. Ia memilih hidup merdeka. Pengampunan tidak selalu mengubah masa lalu, tetapi selalu mengubah masa depan.
Firman Tuhan:
Efesus 4:32
Mengampuni adalah keputusan iman, bukan reaksi emosi.
Pertanyaan Refleksi:
Apakah saudara masih menunggu orang lain berubah sebelum mengampuni?
Kalimat Kunci:
Pengampunan membebaskan lebih dulu orang yang mengampuni.
Newest Events
Senin 17 Agustus 2026 — Proklamasi Kemerdekaan Rohani (Edisi Spesial Kemerdekaan RI)
Minggu 16 Agustus 2026 — Bebas dari Pengadilan Masa Lalu
Sabtu 15 Agustus 2026 — Nilai di Tangan Sang Master
Jumat 14 Agustus 2026 — Pandangan yang Menembus Kabut (Penutup Minggu 2)
Kamis 13 Agustus 2026 — Sukacita di Sel Isolasi