Jumat, 6 Februari 2026 Belajar Mendengar Sebelum Menghakimi
Pada tahun 1865, seorang pendeta dan penginjil terkenal bernama D. L. Moody pernah mengalami kritik keras dari sesama hamba Tuhan. Cara penginjilannya dianggap terlalu sederhana, tidak sistematis, dan “tidak teologis”. Banyak yang meremehkan pendekatannya kepada orang-orang awam dan kaum marginal.
Namun Moody memilih sikap yang berbeda. Ia tidak membalas kritik dengan pembelaan panjang. Ia mendengar. Ia mengevaluasi. Ia belajar. Dalam salah satu kesaksiannya, Moody berkata bahwa Tuhan mengajarkannya untuk lebih banyak mendengar daripada membuktikan diri. Dari sikap itulah pelayanannya justru semakin dipakai Tuhan untuk menjangkau ribuan jiwa.
Saudara, mendengar bukan tanda kelemahan, melainkan kedewasaan rohani. Banyak konflik mereda bukan karena argumen menang, tetapi karena hati mau memahami.
Firman Tuhan:
Yakobus 1:19
Relasi yang dewasa lahir ketika lidah ditahan dan hati dibuka.
Pertanyaan Refleksi:
Apakah saudara mendengar untuk memahami, atau untuk membela diri?
Kalimat Kunci:
Mendengar dengan kasih membuka jalan bagi pemulihan relasi.
Newest Events
Jumat 3 April 2026 — Jumat Agung: Kemenangan di Balik Penderitaan
Kamis 2 April 2026 — Kasih yang Tercurah
Rabu 1 April 2026 — Jalan Menuju Salib
Selasa 31 Maret 2026 Signature to the World – Hidup yang Menyelesaikan Tugas Ilahi
Senin 30 Maret 2026 Signature to the World – Terang yang Tidak Tersembunyi