Rabu, 4 Februari 2026 Ketika Kasih Lebih Kuat dari Luka Keluarga
Di sebuah keluarga Kristen sederhana di Jawa Tengah, perbedaan pilihan hidup menjadi sumber luka yang panjang. Sang anak memilih jalan hidup yang jauh dari nilai-nilai iman yang diajarkan sejak kecil. Kata-kata keras terucap. Pintu komunikasi tertutup. Hubungan ayah dan anak membeku bertahun-tahun.
Namun sang ayah memilih jalan yang sunyi. Ia tidak membenarkan pilihan anaknya, tetapi juga tidak memutuskan kasih. Setiap pagi, namanya disebut dalam doa. Setiap malam, pintu rumah tetap tidak dikunci. Ketika tetangga bertanya mengapa ia masih berharap, sang ayah berkata, “Kasih Tuhan kepadaku tidak pernah berhenti. Aku tidak berhak menghentikan kasihku kepada anakku.”
Suatu malam, anak itu pulang dengan hati remuk. Ia tidak membawa pembelaan, hanya air mata. Yang menyambutnya bukan khotbah panjang, melainkan pelukan. Pada saat itulah, luka bertahun-tahun mulai dipulihkan.
Firman Tuhan:
1 Korintus 13:4
Kasih dalam keluarga tidak diuji saat semuanya sejalan, tetapi saat perbedaan melukai.
Pertanyaan Refleksi:
Siapa dalam keluarga yang selama ini sulit saudara kasihi dengan konsisten?
Kalimat Kunci:
Kasih sejati tetap tinggal, bahkan ketika hati pernah terluka.
Newest Events
Senin 17 Agustus 2026 — Proklamasi Kemerdekaan Rohani (Edisi Spesial Kemerdekaan RI)
Minggu 16 Agustus 2026 — Bebas dari Pengadilan Masa Lalu
Sabtu 15 Agustus 2026 — Nilai di Tangan Sang Master
Jumat 14 Agustus 2026 — Pandangan yang Menembus Kabut (Penutup Minggu 2)
Kamis 13 Agustus 2026 — Sukacita di Sel Isolasi