16 Januari 2026 NEW YEAR – NEW YOU: Keintiman yang Menghasilkan Ketaatan

 Riset perilaku menunjukkan bahwa seseorang lebih mudah menaati figur yang ia kenal dan percayai daripada sekadar otoritas yang jauh. Prinsip ini juga berlaku secara rohani: ketaatan sejati lahir dari hubungan, bukan dari rasa takut.

Yesus berkata:
“Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku.” (Yohanes 14:21)

Kisah nyata Oswald Chambers menolong kita memahami ketaatan yang lahir dari keintiman. Dalam hidupnya yang singkat, ia melayani dengan ketaatan penuh, bahkan dalam kondisi sulit sebagai pendeta militer. Tulisan-tulisannya lahir dari kehidupan yang taat, bukan nyaman. Ia berkata, “Ketaatan adalah bukti kasih, bukan beban kewajiban.”

Saudara, Tuhan tidak mencari ketaatan yang terpaksa. Ia rindu ketaatan yang mengalir dari hati yang mengenal dan mengasihi-Nya. Ketika keintiman terjaga, ketaatan menjadi respons alami.

Pertanyaan Refleksi:
Apakah ketaatan saudara lahir dari kasih kepada Tuhan atau dari rasa takut dan tekanan?

Kalimat Kunci:
Ketaatan sejati selalu mengalir dari hubungan yang intim dengan Tuhan.



Stay Connected

To stay up to date on everything happening at GBI Eben Haezer, subscribe to our weekly newsletter.