Sabtu, 28 Juni 2025– Roh Kudus Memimpin dalam Doa Penyembahan
A.W. Tozer, penulis dan pengkhotbah abad ke-20, dikenal bukan hanya karena kotbah-kotbahnya yang dalam, tetapi karena kehidupan penyembahannya yang intim. Ia menganggap penyembahan sebagai inti dari segala doa, bukan sekadar pembuka dalam ibadah. Tozer bisa menghabiskan waktu berjam-jam dalam keheningan di hadapan Allah, membiarkan Roh Kudus memenuhi dan mengarahkan jiwanya.
Dalam buku terkenalnya The Pursuit of God, ia menulis bahwa penyembahan sejati dimulai bukan dari panggung, tetapi dari hati yang dibakar Roh Kudus. Ia menolak penyembahan yang hanya emosional, tetapi juga menyayangkan doa-doa yang dingin tanpa hubungan. “Penyembahan bukan soal kata-kata yang indah,” katanya, “tetapi roh yang dituntun untuk mengagumi kemuliaan Allah.”
Satu kali, ia menceritakan bahwa ia berdoa dalam kamar selama dua jam tanpa mengucapkan satu pun permohonan. “Saya hanya berkata, ‘Tuhan, Engkau indah.’” Dan air mata mengalir. Roh Kudus membuatnya lupa waktu dan kebutuhan. Dalam pengalaman itu, Tozer merasa lebih segar dan dikuatkan daripada dalam seribu permintaan.
Firman:
"Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." — Yohanes 4:24
Renungan:
Roh Kudus tidak hanya menolong saudara untuk berdoa, tetapi membawa saudara masuk ke dalam penyembahan yang penuh kemuliaan. Di sana, saudara tidak sekadar berbicara kepada Allah—saudara bertemu dengan-Nya. Itulah inti doa sejati.
Refleksi:
Apakah doa-doa saudara berisi penyembahan, atau hanya daftar permintaan?
Kalimat kunci:
“Penyembahan sejati dimulai saat Roh Kudus mengalihkan fokus saudara dari kebutuhan kepada Pribadi Allah sendiri.”
Newest Events
Senin, 16 Februari 2026 Empati yang Melihat dengan Mata Kristus
Minggu, 15 Februari 2026 Salib: Pusat Segala Pengampunan
Sabtu, 14 Februari 2026 Mengampuni Diri Sendiri
Jumat, 13 Februari 2026 Pengampunan yang Mengubah Arah Hidup
Kamis, 12 Februari 2026 Mengampuni Meski Disalahpahami