📅 26 Oktober 2025 🏚️ Doa di Rumah Reyot
Pak Jaya tinggal di rumah reyot yang hampir roboh. Namun setiap malam ia dan istrinya berdoa di ruang tamu yang bocor. Ia selalu berkata: “Tuhan, rumah ini kecil, tapi biarlah jadi tempat hadirat-Mu.” Orang-orang heran karena keluarga itu selalu penuh sukacita. Suatu hari, seorang pengusaha yang tergerak hatinya merenovasi rumah itu.
“Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN.”
— Yosua 24:15
Firman ini mengajarkan bahwa nilai sebuah rumah bukan pada besar atau mewahnya, melainkan pada apakah doa dan penyembahan ada di dalamnya. Doa keluarga di rumah kecil bisa menghadirkan berkat besar.
Saudara, rumah saudara mungkin sederhana, tapi jika doa ada di sana, rumah itu akan penuh sukacita. Tuhan tidak mencari istana, melainkan hati yang mau menjadikan rumah sebagai mezbah-Nya.
Pertanyaan refleksi:
Apakah rumah saudara sudah dipenuhi doa, bukan hanya aktivitas duniawi?
Kalimat kunci:
Rumah sederhana yang dipenuhi doa lebih berharga daripada istana tanpa hadirat Allah.
Newest Events
Senin, 16 Februari 2026 Empati yang Melihat dengan Mata Kristus
Minggu, 15 Februari 2026 Salib: Pusat Segala Pengampunan
Sabtu, 14 Februari 2026 Mengampuni Diri Sendiri
Jumat, 13 Februari 2026 Pengampunan yang Mengubah Arah Hidup
Kamis, 12 Februari 2026 Mengampuni Meski Disalahpahami