đź“… 25 Oktober 2025 đź’Ś Surat Doa yang Mengubah Hidup
Ester, seorang oma di Surabaya, menulis surat untuk cucunya yang kuliah di luar negeri. Dalam suratnya ia menyertakan doa sederhana: “Kiranya Tuhan menjagai langkahmu.” Cucu itu mengaku surat oma adalah penghiburan ketika ia merasa kesepian. Doa di secarik kertas membuatnya tetap kuat dalam iman.
“Sebab firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia...”
— Yesaya 55:11
Firman Tuhan menegaskan bahwa perkataan yang lahir dari hati yang bersandar kepada Allah, tidak sia-sia. Bahkan doa yang ditulis di atas kertas bisa menjadi benih iman yang tumbuh di hati penerimanya.
Saudara, doa tidak harus selalu diucapkan keras. Bisa juga dituliskan, dikirimkan lewat surat, pesan singkat, atau catatan kecil. Tuhan dapat memakai media sederhana itu untuk menyampaikan kasih-Nya.
Pertanyaan refleksi:
Kapan terakhir kali saudara menuliskan doa bagi seseorang?
Kalimat kunci:
Doa yang ditulis sederhana bisa menjadi pesan kekal bagi hati yang haus.
Newest Events
Senin, 16 Februari 2026 Empati yang Melihat dengan Mata Kristus
Minggu, 15 Februari 2026 Salib: Pusat Segala Pengampunan
Sabtu, 14 Februari 2026 Mengampuni Diri Sendiri
Jumat, 13 Februari 2026 Pengampunan yang Mengubah Arah Hidup
Kamis, 12 Februari 2026 Mengampuni Meski Disalahpahami