Minggu 16 Agustus 2026 — Bebas dari Pengadilan Masa Lalu

John Newton dulunya adalah seorang pedagang budak yang kejam, pemabuk, dan hidup dalam kebobrokan moral yang parah. Setelah mengalami pertobatan yang radikal di tengah badai laut, ia menjadi seorang hamba Tuhan dan menulis himne abadi "Amazing Grace" (Ajaib Benar Anugerah). Meski ia tidak pernah melupakan dosa masa lalunya agar terus mengingat besarnya kasih karunia, Newton menolak untuk membiarkan dosa masa lalunya mendikte siapa dirinya saat itu. Ia tahu persis bahwa pengadilan atas dosa-dosanya telah dibatalkan di atas kayu salib, dan kini ia memiliki identitas yang sepenuhnya baru sebagai anak Allah.

"Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus." (Roma 8:1)

Saudara, kata "penghukuman" dalam bahasa Yunani adalah Katakrima, sebuah istilah hukum yang merujuk pada vonis hukuman mati yang dijatuhkan secara final. Banyak orang Kristen rajin beribadah, tetapi masih hidup dalam penjara katakrima hasil buatan pikiran mereka sendiri. Mungkin Anda pernah gagal membangun bisnis, bercerai, atau memiliki kecanduan di masa lalu. Sang Pendakwa (Iblis) terus-menerus membisikkan dakwaan itu di telinga Anda. Namun firman Tuhan hari ini mendeklarasikan pembatalan mutlak atas vonis tersebut. Jika Anda ada di dalam Kristus, dokumen utang dosa dan kegagalan Anda telah dipakukan di salib. Perkatakan identitas pembenaran Anda hari ini: Anda bukan lagi "bekas orang berdosa", Anda adalah orang kudus Allah yang telah ditebus!

  • Pertanyaan refleksi: Apakah Anda masih sering menghukum diri sendiri atas kesalahan masa lalu yang sebenarnya sudah diampuni Tuhan?
  • Kalimat kunci: Menghukum diri sendiri atas dosa yang sudah diampuni Tuhan adalah bentuk ketidakpercayaan pada kesempurnaan karya salib-Nya.

Stay Connected

To stay up to date on everything happening at GBI Eben Haezer, subscribe to our weekly newsletter.