Rabu 12 Agustus 2026 — Ratu Adil di Tanah Jawa
Pada akhir abad ke-19, seorang penginjil pribumi bernama Kiai Sadrach (lahir Raden Abas) melakukan pergerakan penginjilan yang luar biasa di tanah Jawa. Ia sering kali menghadapi penolakan keras, diusir, bahkan sempat dipenjarakan oleh otoritas kolonial Belanda yang mencurigai pergerakannya. Namun, di tengah tekanan dan tuduhan palsu, Sadrach tidak pernah mengandalkan pembelaan manusia. Dalam setiap debat dan krisis, ia selalu mendeklarasikan Yesus sebagai "Ratu Adil" (Sang Raja Penyelamat yang membawa keadilan abadi). Ketegasannya akan kebesaran Kristus membuat ribuan orang Jawa akhirnya memutuskan untuk percaya dan dibaptis.
"Tuhan semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. Sela." (Mazmur 46:12)
Saudara, kata "menyertai" dari ayat ini sangatlah kuat. Tuhan tidak hanya menonton dari kejauhan; Dia adalah Imanuel yang terjun langsung ke dalam medan peperangan hidup kita. Di tengah ketidakadilan di tempat kerja atau perlakuan curang dari rekan bisnis, sangat mudah bagi kita untuk bersungut-sungut dan mencari keadilan dengan cara daging. Namun, belajarlah mendeklarasikan bahwa Tuhan semesta alam (Yehovah Sabaoth—Tuhan atas bala tentara surgawi) ada di pihak Anda. Saat keadilan rasanya jauh dari hidup Anda, biarlah mulut Anda memperkatakan bahwa Tuhan adalah benteng dan hakim yang adil, yang akan membela perkara Anda pada waktu yang tepat.
- Pertanyaan refleksi: Saat Anda diperlakukan tidak adil, apakah Anda berusaha membalas dendam atau menyerahkan perkara tersebut kepada Sang Hakim Agung?
- Kalimat kunci: Kita tidak perlu memenangkan setiap argumen di dunia, asalkan kita memiliki pembelaan dari Tuhan semesta alam.
Newest Events
Senin 17 Agustus 2026 — Proklamasi Kemerdekaan Rohani (Edisi Spesial Kemerdekaan RI)
Minggu 16 Agustus 2026 — Bebas dari Pengadilan Masa Lalu
Sabtu 15 Agustus 2026 — Nilai di Tangan Sang Master
Jumat 14 Agustus 2026 — Pandangan yang Menembus Kabut (Penutup Minggu 2)
Kamis 13 Agustus 2026 — Sukacita di Sel Isolasi