Kamis 13 Agustus 2026 — Sukacita di Sel Isolasi

Richard Wurmbrand, seorang pendeta yang dipenjarakan oleh rezim komunis Rumania selama 14 tahun karena imannya, sering ditempatkan di sel isolasi bawah tanah. Ruangan itu sangat gelap, dingin membekukan, dan ia sering kali disiksa hingga tubuhnya penuh luka. Namun, alih-alih kehilangan akal karena depresi, Wurmbrand sering berdiri dengan sisa tenaganya dan menari-nari penuh sukacita di dalam selnya. Ia berkata bahwa ia tidak sedang memandang dinding penjara, melainkan memandang Raja kemuliaan. Ia mendeklarasikan siapa Tuhan, dan hal itu mengubah sel yang paling mengerikan menjadi ruang takhta hadirat Allah.

"Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, ... namun aku akan bersorak-sorak di dalam Tuhan, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku." (Habakuk 3:17-18)

Saudara, kata "bersorak-sorak" dalam bahasa Ibrani adalah 'Alaz, yang berarti bersukaria dan melompat-lompat, sedangkan "beria-ria" menggunakan kata Gil, yang artinya berputar-putar dalam sukacita. Ini bukanlah emosi pasif, melainkan tindakan fisik yang disengaja! Krisis ekonomi mungkin membuat bisnis Anda "tidak berbunga" dan portofolio Anda "tidak berbuah". Keadaan sekeliling Anda mungkin sedingin sel isolasi. Namun, sukacita sejati tidak diekstrak dari keadaan yang nyaman, melainkan dari pengenalan akan siapa Allah kita. Saat Anda berani menaikkan puji-pujian di tengah kemerosotan hidup, Anda sedang menghancurkan kuasa krisis itu atas jiwa Anda.

  • Pertanyaan refleksi: Bisakah Anda tetap bersukacita dan memuji Tuhan ketika sumber penghasilan Anda tiba-tiba terhenti?
  • Kalimat kunci: Pujian yang dinaikkan di tengah keputusasaan adalah senjata rohani yang membingungkan musuh.

Stay Connected

To stay up to date on everything happening at GBI Eben Haezer, subscribe to our weekly newsletter.