Kamis 6 Agustus 2026 — Tertawan oleh Firman

Dalam persidangan Diet of Worms tahun 1521, Martin Luther diperintahkan oleh kaisar dan otoritas gereja untuk mencabut semua tulisannya yang menentang penyimpangan agama. Berdiri sendirian di hadapan orang-orang paling berkuasa di dunia, hidupnya berada di ujung tanduk. Dengan gemetar namun penuh keberanian, Luther mendeklarasikan: "Hati nuraniku tertawan oleh Firman Allah. Aku tidak bisa dan tidak akan mencabut apa pun... Di sinilah aku berdiri, aku tidak bisa berbuat lain. Kiranya Allah menolongku. Amin."

"Bimbinglah aku dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari." (Mazmur 25:5)

Saudara, untuk memiliki keberanian deklarasi seperti Luther, hati kita harus "tertawan" lebih dulu oleh firman. Daud menggunakan kata Ibrani Darak untuk "bimbinglah aku", yang menggambarkan tindakan menginjakkan kaki di jalan, melangkah, atau bahkan menarik busur. Kebenaran bukanlah teori yang diam, melainkan kekuatan yang menuntun langkah dan mengarahkan hidup kita seperti anak panah menuju sasaran. Di tengah suara-suara sumbang yang mengatakan bahwa kesuksesan hanya diukur dari mobil atau rumah yang Anda miliki, izinkan Tuhan me-darak Anda. Jadikan firman-Nya sebagai satu-satunya panduan mutlak dalam mengambil arah karier dan pelayanan keluarga Anda.

  • Pertanyaan refleksi: Kepada siapa atau apa Anda paling sering meminta bimbingan ketika menghadapi jalan buntu?
  • Kalimat kunci: Orang yang hatinya tertawan oleh firman Tuhan tidak akan pernah bisa ditawan oleh ketakutan dunia.

Stay Connected

To stay up to date on everything happening at GBI Eben Haezer, subscribe to our weekly newsletter.