Rabu 5 Agustus 2026 — Nyanyian di Tengah Nyala Api
Pada tahun 1415, seorang reformator awal bernama John Hus dijatuhi hukuman mati dengan cara dibakar di tiang gantungan karena menolak mencabut khotbahnya tentang kebenaran Alkitab. Ketika api mulai dinyalakan di sekelilingnya, alih-alih berteriak ketakutan atau memohon ampun kepada para pengeksekusinya, Hus justru mulai menyanyikan lagu pujian yang memuliakan Kristus dengan suara keras. Suaranya terus terdengar menyatakan kebenaran, menembus derak api, hingga akhirnya ia menghembuskan napas terakhirnya.
"Bibir yang mengatakan kebenaran tetap untuk selama-lamanya, tetapi lidah dusta hanya untuk sekejap mata." (Amsal 12:19)
Saudara, integritas di tempat kerja atau bisnis sering kali mendapat ujian yang berat. Mungkin Anda diejek atau justru rugi karena menolak berbuat curang, menyuap, atau memanipulasi angka. Kata "kebenaran" di sini menggunakan kata Ibrani 'Emet, yang berakar dari konsep stabilitas, kesetiaan, dan sesuatu yang bisa diandalkan sepenuhnya. Lidah dusta mungkin memberikan keuntungan cepat dalam persaingan bisnis, tetapi itu hanya sekejap mata. Bertahanlah dalam 'Emet. Memperkatakan dan melakukan kebenaran di tengah tekanan ekonomi mungkin terasa seperti dibakar di tiang, namun ketahuilah bahwa Tuhan memelihara mereka yang berpegang pada kesetiaan-Nya.
- Pertanyaan refleksi: Pernahkah Anda dikompromikan untuk berbohong demi keuntungan? Bagaimana Anda meresponsnya?
- Kalimat kunci: Lebih baik kehilangan sedikit peluang demi mempertahankan kebenaran, daripada meraih segalanya dengan mengorbankan integritas di hadapan Tuhan.
Newest Events
Senin 17 Agustus 2026 — Proklamasi Kemerdekaan Rohani (Edisi Spesial Kemerdekaan RI)
Minggu 16 Agustus 2026 — Bebas dari Pengadilan Masa Lalu
Sabtu 15 Agustus 2026 — Nilai di Tangan Sang Master
Jumat 14 Agustus 2026 — Pandangan yang Menembus Kabut (Penutup Minggu 2)
Kamis 13 Agustus 2026 — Sukacita di Sel Isolasi