Minggu 12 Juli 2026 — Menyapu Lukisan Masa Depan

Lilias Trotter adalah salah satu pelukis muda berbakat di Inggris pada akhir tahun 1800-an. Kritikus seni terkenal saat itu, John Ruskin, mengatakan bahwa jika Lilias mendedikasikan hidupnya hanya untuk seni, ia akan menjadi seniman terbesar di zamannya. Lilias dihadapkan pada pilihan: mengendalikan masa depannya menuju ketenaran dan kenyamanan Eropa, atau merespons panggilan Tuhan. Ia memilih untuk melepaskan kuas dan kanvas kekayaannya, lalu berangkat ke Aljazair. Di sana, ia melayani kaum wanita Muslim yang terpinggirkan selama hampir 40 tahun dalam kondisi yang sangat keras. Ia melepaskan impian pribadinya demi kehendak Tuhan.

"Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah..." (Roma 12:1)

Saudara, mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup berarti secara proaktif dan terus-menerus turun dari kursi kemudi kehidupan. Melepaskan kendali bukan berarti pasrah pada nasib (fatalisme), melainkan sebuah ketaatan yang aktif. Lilias Trotter tetap melukis di Aljazair, tetapi lukisannya kini digunakan untuk menceritakan Injil, bukan untuk membangun namanya sendiri. Demikian juga dalam keluarga, usaha, atau pelayanan kita; lepaskanlah keinginan untuk membuat nama kita besar atau keadaan kita nyaman, dan berikanlah kanvas hidup Anda agar Tuhan bisa melukiskan kemuliaan-Nya. 

Pertanyaan refleksi: Impian atau hak apa yang mungkin Tuhan minta Anda lepaskan agar tujuan-Nya bisa tergenapi melalui Anda?

Kalimat kunci: Menyerahkan kendali adalah membiarkan Tuhan menjadi Penulis dan Pelukis utama atas mahakarya kehidupan kita.



Stay Connected

To stay up to date on everything happening at GBI Eben Haezer, subscribe to our weekly newsletter.