Sabtu 11 Juli 2026 — Melepaskan Ambisi Terbesar

William Borden adalah pewaris kekayaan susu Borden Dairy di Amerika Serikat pada awal abad ke-20. Sebagai seorang miliarder muda yang brilian lulusan Yale, dunia ada dalam genggamannya. Ia memiliki kendali penuh untuk menjadi apa pun yang ia mau. Namun, ia menyerahkan seluruh hak istimewanya dan memilih menjadi misionaris ke suku Muslim di Tiongkok. Dalam perjalanannya, ia singgah di Mesir, tertular meningitis tulang belakang, dan meninggal pada usia 25 tahun, tanpa pernah mencapai Tiongkok. Dunia melihatnya sebagai pemborosan dan kehilangan kendali atas potensi besar. Namun, di Alkitab miliknya ditemukan tiga frasa yang ditulisnya sesaat sebelum ia tiada: "No reserves. No retreats. No regrets." (Tanpa cadangan, tanpa mundur, tanpa penyesalan).

"Sebab barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya." (Matius 16:25)

Saudara, Yesus mengajarkan sebuah paradoks ilahi: satu-satu cara untuk memenangkan hidup adalah dengan melepaskannya. Manusia modern sangat takut melepaskan kendali atas karier dan keuangannya karena takut masa depannya hancur. Namun William Borden membuktikan bahwa masa depan yang diserahkan kepada Kristus, betapapun singkatnya secara jasmani, memiliki gaung kekekalan yang tak terbatas. Kematiannya justru membangkitkan ribuan pemuda Amerika saat itu untuk pergi ke ladang misi. Menyerahkan hidup kepada Tuhan berarti melepaskan hak kita untuk mendikte bagaimana Tuhan harus memakai kita. 

Pertanyaan refleksi: Apakah Anda siap jika Tuhan mengarahkan hidup Anda ke jalur yang sama sekali berbeda dari ambisi dan rencana yang sudah Anda susun?

Kalimat kunci: Hidup yang dipegang erat oleh tangan manusia akan menyusut, tetapi hidup yang diserahkan ke tangan Tuhan akan berlipat ganda.



Stay Connected

To stay up to date on everything happening at GBI Eben Haezer, subscribe to our weekly newsletter.