Jumat 10 Juli 2026 — Membakar Jimat Kendali

Pada tahun 1965, sebuah kegerakan Roh Kudus yang dahsyat melanda pedalaman Timor, Indonesia, yang dikenal sebagai Revival Timor. Di Desa Soe, pertobatan massal terjadi. Salah satu ciri khas yang luar biasa dari kegerakan ini adalah ribuan penduduk desa secara sukarela membawa dan membakar jimat (benda pusaka magis) mereka di tengah lapangan. Selama berabad-abad, jimat-jimat itu digunakan sebagai alat untuk "mengendalikan" alam, menangkal penyakit, dan menjamin hasil panen. Ketika Roh Kudus melawat, mereka sadar bahwa keinginan untuk memanipulasi dan mengendalikan nasib lewat benda-benda tersebut adalah bentuk ketidakpercayaan. Mereka melepaskan jimat mereka dan mulai mengandalkan kedaulatan Tuhan sepenuhnya.

"Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu." (Amsal 3:6)

Saudara, kata "akuilah" (acknowledge) di sini diterjemahkan dari kata Ibrani Yada, yang berarti mengenal secara intim lewat pengalaman pribadi, bukan sekadar tahu secara teori. Hari ini, mungkin kita tidak lagi menyimpan jimat batu atau akar-akaran. Tetapi, apakah kita memiliki "jimat modern"? Mungkin jimat itu berupa saldo rekening yang kita andalkan untuk rasa aman, atau jabatan yang kita gunakan untuk mengontrol orang lain. Selama kita masih memegang alat kendali kita sendiri, kita tidak akan pernah melihat Tuhan meluruskan jalan kita. Kita harus melepaskan setiap "jimat kendali" kita ke dalam api kasih karunia Tuhan dan membiarkan-Nya memimpin. 

Pertanyaan refleksi: Apa yang menjadi "jimat modern" Anda—sesuatu yang Anda andalkan di luar Tuhan untuk memberikan rasa aman atas masa depan?

Kalimat kunci: Tuhan tidak menuntut kita untuk bisa mengendalikan segala rintangan; Ia hanya menuntut kita untuk mengandalkan Dia di setiap langkah.

___________________________________________________________________



Stay Connected

To stay up to date on everything happening at GBI Eben Haezer, subscribe to our weekly newsletter.