Kamis 2 Juli 2026 — Pikiran yang Terbelah
Tahun lalu, seorang bapak di jemaat lokal kita mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) secara mendadak. Di usianya yang sudah tidak lagi muda, mencari pekerjaan baru tampak seperti kemustahilan. Hari-harinya dihabiskan dengan menatap layar ponsel, membaca berita ekonomi yang suram, dan menghitung sisa tabungan yang kian menipis. Semakin ia berpikir, semakin ia tidak bisa tidur. Sampai suatu malam, di tengah keputusasaan, ia memutuskan untuk berhenti menganalisis dan mulai menyembah. Mujizat tidak terjadi dalam semalam, namun perlahan Tuhan membuka pintu usaha kecil yang kini justru menjadi berkat bagi keluarganya.
"Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?" (Matius 6:27)
Saudara, akar kata Yunani untuk "kekhawatiran" (worry) adalah merimnao, yang secara harafiah berarti "pikiran yang terbagi" atau "ditarik ke arah yang berlawanan". Kekhawatiran merobek jiwa kita menjadi dua: sebagian berada di masa kini, sebagian lagi terseret ke ketakutan akan hari esok. Kita sering berpikir bahwa dengan overthinking, kita sedang menyelesaikan masalah. Padahal, kekhawatiran adalah siksaan mental tanpa hasil. Tuhan tidak meminta kita menjadi apatis terhadap masalah ekonomi, melainkan meminta kita untuk mengutuhkan kembali pikiran kita dengan menaruh fokus penuh pada kedaulatan pemeliharaan-Nya.
Pertanyaan refleksi: Seberapa sering pikiran Anda "terbelah" antara mempercayai janji Tuhan dan ketakutan akan berita ekonomi?
Kalimat kunci: Jangan korbankan kedamaian hari ini untuk ketakutan akan hari esok yang belum tentu terjadi.
Newest Events
Senin 17 Agustus 2026 — Proklamasi Kemerdekaan Rohani (Edisi Spesial Kemerdekaan RI)
Minggu 16 Agustus 2026 — Bebas dari Pengadilan Masa Lalu
Sabtu 15 Agustus 2026 — Nilai di Tangan Sang Master
Jumat 14 Agustus 2026 — Pandangan yang Menembus Kabut (Penutup Minggu 2)
Kamis 13 Agustus 2026 — Sukacita di Sel Isolasi