Minggu 28 Juni 2026 — Pengharapan di Tengah Penyakit
Di sebuah kota kecil di Amerika Latin, seorang pendeta yang sederhana bernama Pastor Miguel telah menderita penyakit kronis selama lebih dari dua belas tahun. Dokter memberinya prognosis yang buruk dan menyatakan bahwa kondisinya tidak akan pernah pulih sepenuhnya. Rasa sakit yang hampir tak tertahankan sering kali membuatnya terbaring lemah di tempat tidur. Namun, meski tubuhnya semakin menurun, semangat pelayanannya justru semakin menyala. Dari kamar tidurnya yang sederhana, ia terus menerima kunjungan jemaat dan orang-orang yang sedang bergumul. Melalui doa, nasihat yang penuh hikmat, dan kesaksiannya yang jujur tentang kasih Tuhan di tengah penderitaan, banyak orang yang datang dengan hati yang hancur pulang dengan iman yang baru. Beberapa di antaranya bahkan bertobat dan mulai melayani Tuhan. Pastor Miguel sering berkata, “Tubuhku memang sakit, tetapi rohku melihat sesuatu yang jauh lebih indah daripada kesembuhan duniawi.”
“Karena mata kami tidak memandang pada yang kelihatan, tetapi pada yang tidak kelihatan, sebab yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tidak kelihatan adalah kekal.” (2 Korintus 4:18)
Saudara, kisah Pastor Miguel mengingatkan kita bahwa pengharapan yang sejati tidak lahir dari kondisi fisik yang baik atau prognosis dokter yang menggembirakan, melainkan dari pandangan iman yang tertuju kepada yang kekal. Di tengah maraknya berbagai penyakit kronis, kanker, dan masalah kesehatan yang dialami banyak orang percaya di Indonesia, kita mudah jatuh ke dalam keputusasaan ketika melihat pada yang kelihatan. Namun Tuhan mengajak kita untuk mengalihkan pandangan. Penyakit, kelemahan, dan keterbatasan tubuh hanyalah sementara. Yang kekal adalah rumah surga, pemulihan sempurna, dan kehadiran Tuhan yang abadi. Ketika kita memilih memandang pada yang tidak kelihatan, pengharapan unshakable akan lahir di dalam hati kita.
Pertanyaan refleksi: Apakah saudara saat ini sedang bergumul dengan masalah kesehatan pribadi atau orang yang dicintai? Apakah ketakutan akan masa depan karena kondisi fisik sedang menguasai hati saudara? Maukah saudara hari ini dengan sengaja memandang pada yang kekal dan menyerahkan kekhawatiran saudara kepada Tuhan?
Kalimat kunci: Pengharapan unshakable lahir ketika kita memandang pada yang kekal di dalam Kristus, bukan pada yang sementara di dunia ini.
Newest Events
Jumat 3 Juli 2026 — Penjara Imajinasi
Kamis 2 Juli 2026 — Pikiran yang Terbelah
Rabu 1 Juli 2026 — Melemparkan Beban ke Punggung yang Tepat
Selasa 30 Juni 2026 — Penutup Bulan: Masa Depan yang Aman
Senin 29 Juni 2026 — Warisan untuk Generasi Berikutnya