Rabu 24 Juni 2026 — Pendeta yang Kehilangan Segalanya

Geoffrey Bull, seorang misionaris Inggris yang relatif tidak terkenal, pergi ke Tibet tahun 1940-an. Ia ditangkap oleh pasukan komunis Cina dan dipenjara selama tiga tahun dengan siksaan berat. Keluarganya terpisah dan ia kehilangan segala harta. Namun di penjara, ia terus menulis puisi dan doa tentang pengharapan surga. Setelah dibebaskan, ia bersaksi bahwa masa depannya tetap aman karena berada di tangan Kristus.


“Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.” (Filipi 1:21)


Saudara, Geoffrey Bull mengajarkan bahwa masa depan kita tidak ditentukan oleh apa yang kita miliki atau kehilangan di dunia, melainkan oleh hubungan kita dengan Kristus. Di tengah ketakutan akan masa pensiun, kesehatan lanjut usia, atau masa depan anak, Tuhan mengingatkan kita untuk hidup dengan perspektif kekal.


Pertanyaan refleksi: Apa yang sedang saudara takutkan tentang masa depan? Sudahkah saudara menyerahkan kekhawatiran itu kepada Kristus yang memegang hari esok?


Kalimat kunci: Masa depan yang unshakable adalah masa depan yang kita serahkan sepenuhnya ke dalam tangan Kristus.



Stay Connected

To stay up to date on everything happening at GBI Eben Haezer, subscribe to our weekly newsletter.