Selasa 23 Juni 2026 — Pengharapan di Tengah Kemiskinan
Di kota kecil di Ohio, Amerika Serikat, seorang ibu tunggal bernama Sarah Thompson hidup dalam kemiskinan selama lebih dari sepuluh tahun terakhir. Setelah perceraian dan kehilangan pekerjaan tetap, ia harus membesarkan tiga anaknya seorang diri sambil bekerja dua shift sebagai perawat di panti jompo. Sering kali lemari es kosong dan tagihan menumpuk, Sarah pernah merasa putus asa. Namun setiap malam, setelah anak-anaknya tidur, ia duduk di meja makan yang sederhana, membuka Alkitab, dan bernyanyi lagu rohani tentang surga. Kepada anak-anaknya ia sering berkata, “Di rumah Bapa kita di surga, tidak ada lagi kelaparan, tidak ada lagi air mata, dan kita akan tinggal bersama selamanya.” Meski hidupnya penuh perjuangan, Sarah tetap setia melayani di gereja kecilnya dan menjadi berkat bagi banyak ibu tunggal lain di komunitasnya. Beberapa anak yang ia didik dan doakan kini tumbuh menjadi pemuda-pemudi yang kuat dalam iman.
“Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak ada artinya jika dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.” (Roma 8:18)
Saudara, kisah Sarah Thompson dari Amerika Serikat mengajarkan kita bahwa pengharapan kekal di dalam Kristus sanggup memampukan seseorang bertahan dan bahkan bersukacita di tengah kemiskinan yang berkepanjangan. Di Indonesia maupun di banyak negara lain, termasuk negara maju seperti Amerika, banyak keluarga menghadapi tekanan ekonomi yang berat dan ketidakpastian masa depan. Namun ketika kita memandang kepada warisan kekal yang disediakan Kristus, perspektif kita berubah. Penderitaan duniawi yang kita alami saat ini menjadi ringan jika dibandingkan dengan kemuliaan yang menanti kita kelak.
Pertanyaan refleksi: Di tengah kesulitan ekonomi atau pergumulan keluarga yang saudara hadapi, apakah saudara masih memandang kepada pengharapan kekal di surga? Bagaimana pengharapan itu memengaruhi sikap dan keputusan saudara sehari-hari?
Kalimat kunci: Pengharapan kekal di dalam Kristus mengubah cara kita menghadapi kesulitan sementara di dunia ini.
Newest Events
Rabu 24 Juni 2026 — Pendeta yang Kehilangan Segalanya
Selasa 23 Juni 2026 — Pengharapan di Tengah Kemiskinan
Senin 22 Juni 2026 — Masa Depan yang Dijamin di Dalam Kristus
Minggu 21 Juni 2026 — Penutup Minggu: Iman yang Melampaui Pengertian
Sabtu 20 Juni 2026 — Iman yang Bertahan di Tengah Perang