Minggu 21 Juni 2026 — Penutup Minggu: Iman yang Melampaui Pengertian
Pada tahun 1960-an di pedalaman Malawi, Afrika, seorang janda sederhana bernama Mama Kefa kehilangan suaminya dan kedua anaknya karena kelaparan dan wabah penyakit. Sebagai perempuan yang buta huruf dan hidup dalam kemiskinan ekstrem, ia menghadapi tekanan berat dari suku setempat yang menentang imannya. Namun Mama Kefa tidak menyerah. Setiap minggu ia berjalan kaki puluhan kilometer melintasi bukit dan hutan untuk memberitakan Injil dari desa ke desa. Ketika orang bertanya mengapa ia tetap melanjutkan pelayanan di tengah penderitaan yang begitu berat, ia menjawab dengan tenang, “Saya tidak mengerti mengapa Tuhan membiarkan hal-hal buruk terjadi, tetapi saya tahu Dia setia. Itu sudah cukup bagi saya.” Melalui iman dan ketekunan yang sederhana, ratusan orang di wilayahnya bertobat, dan beberapa gereja kecil tumbuh di daerah yang sebelumnya sulit dijangkau.
“Tetapi yang benar itu akan hidup oleh imannya.” (Ibrani 10:38)
Saudara, kisah Mama Kefa mengingatkan kita bahwa iman yang dewasa bukanlah iman yang selalu mengerti segala sesuatu, melainkan iman yang tetap percaya kepada Tuhan meski jalan-Nya melampaui pengertian kita. Sepanjang minggu ini kita telah melihat berbagai kisah misionaris yang imannya tetap teguh ketika segala sesuatu tampak tidak masuk akal — dari penjara, kegagalan panjang, hingga kehilangan keluarga. Mereka semua mengajarkan hal yang sama: iman yang unshakable adalah iman yang memilih percaya sebelum melihat hasilnya. Di Indonesia dengan berbagai pergumulan ekonomi, masalah keluarga, dan ketidakpastian masa depan, Tuhan memanggil kita untuk membangun iman yang tidak goyah meski badai kehidupan datang bertubi-tubi.
Pertanyaan refleksi: Dari ketujuh renungan minggu ini, kisah mana yang paling menyentuh saudara? Area mana dalam hidup saudara yang perlu dibangun iman yang lebih teguh kepada Tuhan hari ini?
Kalimat kunci: Iman yang tak tergoncangkan adalah iman yang tetap percaya kepada Tuhan meski dunia berkata tidak masuk akal.
Newest Events
Rabu 24 Juni 2026 — Pendeta yang Kehilangan Segalanya
Selasa 23 Juni 2026 — Pengharapan di Tengah Kemiskinan
Senin 22 Juni 2026 — Masa Depan yang Dijamin di Dalam Kristus
Minggu 21 Juni 2026 — Penutup Minggu: Iman yang Melampaui Pengertian
Sabtu 20 Juni 2026 — Iman yang Bertahan di Tengah Perang