Sabtu 20 Juni 2026 — Iman yang Bertahan di Tengah Perang

Seorang misionaris di Cina selama masa perang saudara dan invasi Jepang bernama Gladys Aylward (meski pernah disebut sebelumnya, kisah imannya yang luar biasa ketika memimpin 100 anak yatim melintasi pegunungan di tengah perang) tetap percaya bahwa Tuhan akan menjaga anak-anak itu. Meski lemah dan dalam bahaya besar, ia terus melangkah karena iman.

“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah mengandalkan pengertianmu sendiri.” (Amsal 3:5)

Saudara, Gladys Aylward menunjukkan bahwa iman berarti taat melangkah meski jalan di depan gelap. Di masa ketidakpastian seperti sekarang, Tuhan memanggil kita untuk tidak mengandalkan pengertian sendiri.

Pertanyaan refleksi: Langkah iman apa yang Tuhan minta saudara ambil meski rasanya tidak masuk akal?

Kalimat kunci: Iman yang tak tergoncangkan memilih taat meski akal berkata mustahil.



Stay Connected

To stay up to date on everything happening at GBI Eben Haezer, subscribe to our weekly newsletter.