Selasa 16 Juni 2026 — Iman di Tengah Ancaman Suku Kanibal
John G. Paton, seorang misionaris Skotlandia, tiba di pulau Tanna (New Hebrides) tahun 1858. Ia menghadapi suku yang terkenal kanibal dan penyembah berhala. Istri dan anak pertamanya meninggal karena penyakit. Ia sering diancam dibunuh, rumahnya dibakar, dan dikelilingi peperangan antar suku. Namun Paton tetap tinggal dan percaya bahwa Tuhan akan melindungi dan membuka hati suku itu. Bertahun-tahun kemudian, ia melihat banyak orang bertobat dan pulau itu berubah.
“Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil zaitun mengecewakan, ladang-ladang tidak menghasilkan makanan, kambing domba tiada di kandang, dan sapi tidak ada di kandang, namun aku akan tetap bersorak-sorai dalam TUHAN.” (Habakuk 3:17-18)
Saudara, John Paton menunjukkan iman yang tetap teguh ketika segala sesuatu gagal menurut ukuran manusia. Banyak di antara kita merasa “tidak ada hasil” dalam doa, pekerjaan, atau keluarga. Namun iman yang unshakable adalah iman yang memilih memuji Tuhan meski keadaan belum berubah. Tuhan tidak menjanjikan jalan yang mudah, tetapi Ia menjanjikan kehadiran-Nya yang setia.
Pertanyaan refleksi: Area mana dalam hidup saudara yang saat ini terasa “kering” dan tidak berbuah? Maukah saudara seperti Habakuk dan Paton tetap bersorak-sorai dalam Tuhan?
Kalimat kunci: Iman yang tak tergoncangkan lahir ketika kita memilih memuji Tuhan meski segala hal di sekitar kita tampak gagal.
Newest Events
Kamis 20 Agustus 2026 — Panggilan yang Mengubah Label
Rabu 19 Agustus 2026 — Mengapung di Atas Tekanan
Selasa 18 Agustus 2026 — Mahakarya yang Sedang Ditulis
Senin 17 Agustus 2026 — Proklamasi Kemerdekaan Rohani (Edisi Spesial Kemerdekaan RI)
Minggu 16 Agustus 2026 — Bebas dari Pengadilan Masa Lalu