Rabu 10 Juni 2026 — Damai yang Mengatasi Ketakutan

Hudson Taylor, pendiri China Inland Mission, sering menghadapi kekurangan dana dan ancaman bahaya di China abad ke-19. Suatu kali ketika dana hampir habis dan situasi sangat genting, ia tetap tenang. Ia berkata bahwa damainya datang dari kebiasaan terus-menerus menyerahkan segala sesuatu kepada Tuhan sepanjang hari.

“Janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apa pun juga, tetapi dalam segala hal, oleh doa dan permohonan dengan ucapan syukur, nyatakanlah permintaanmu kepada Allah.” (Filipi 4:6)

Saudara, Hudson Taylor mengajarkan cara praktis memperoleh damai: doa disertai syukur. Di tengah ketidakpastian pekerjaan dan masa depan yang dirasakan banyak orang percaya di Indonesia, Tuhan mengundang kita untuk tidak khawatir, melainkan berdoa. Damai Allah yang melampaui segala akal akan menjaga hati dan pikiran kita.

Pertanyaan refleksi: Kebiasaan doa seperti apa yang perlu saudara bangun agar damai Kristus semakin nyata dalam hidup saudara?

Kalimat kunci: Doa dan ucapan syukur adalah kunci menuju damai yang tak tergoncangkan di tengah segala ketidakpastian.



Stay Connected

To stay up to date on everything happening at GBI Eben Haezer, subscribe to our weekly newsletter.