Senin 8 Juni 2026 — Damai yang Tidak Bergantung pada Keadaan
Pada masa Perang Dunia II, Corrie ten Boom dan keluarganya menyembunyikan orang Yahudi di rumah mereka di Belanda. Mereka ditangkap dan Corrie dipenjara di kamp konsentrasi Ravensbrück. Di tengah kelaparan, siksaan, dan kematian saudara perempuannya, Corrie mengalami damai sejahtera Kristus yang luar biasa. Ia berkata, “Kita tidak perlu takut menyerahkan masa depan yang tidak diketahui kepada Tuhan yang kita kenal.”
“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu. Bukan seperti yang diberikan dunia kepada kamu.” (Yohanes 14:27)
Saudara, Corrie ten Boom mengajarkan bahwa damai sejahtera Kristus bukan berasal dari situasi yang aman, melainkan dari kehadiran Tuhan di tengah badai. Di Indonesia saat ini, banyak orang bergumul dengan ketidakpastian ekonomi, kenaikan biaya hidup, dan masa depan keluarga. Kita sering mencari damai dari pekerjaan stabil atau berita baik, padahal damai yang sejati datang dari hubungan pribadi dengan Kristus. Ia sanggup menjaga hati dan pikiran kita ketika segala sesuatu terasa tidak pasti.
Pertanyaan refleksi: Di tengah ketidakpastian apa yang sedang saudara hadapi saat ini? Sudahkah saudara membawa kekhawatiran itu kepada Tuhan dan menerima damai-Nya?
Kalimat kunci: Damai sejahtera Kristus tidak bergantung pada kepastian keadaan, melainkan pada kebesaran Tuhan yang memegang segala sesuatu.
Newest Events
Senin 17 Agustus 2026 — Proklamasi Kemerdekaan Rohani (Edisi Spesial Kemerdekaan RI)
Minggu 16 Agustus 2026 — Bebas dari Pengadilan Masa Lalu
Sabtu 15 Agustus 2026 — Nilai di Tangan Sang Master
Jumat 14 Agustus 2026 — Pandangan yang Menembus Kabut (Penutup Minggu 2)
Kamis 13 Agustus 2026 — Sukacita di Sel Isolasi