Selasa 2 Juni 2026 — Fondasi di Tengah Tsunami

Pada tahun 1998, saat Indonesia dilanda krisis moneter yang dahsyat, seorang pengusaha Kristen bernama Bapak Sugianto dari Surabaya kehilangan hampir seluruh hartanya. Pabriknya bangkrut, puluhan karyawan harus diberhentikan, dan utang menumpuk. Di tengah keputusasaan itu, ia memilih untuk tetap setia membangun hidupnya di atas Firman Tuhan. Setiap pagi ia membaca Alkitab bersama keluarganya dan berdoa, meski secara manusiawi situasinya tampak mustahil. Perlahan Tuhan memulihkan usahanya dengan cara yang tak terduga. Hari ini, perusahaan yang ia bangun kembali menjadi berkat bagi banyak karyawan dan digunakan untuk pelayanan.

“Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan, sebab kamu tahu, bahwa jerih payahmu di dalam Tuhan tidak sia-sia.” (1 Korintus 15:58)

Saudara, kisah Bapak Sugianto mengingatkan kita bahwa fondasi yang kuat bukan berarti bebas dari badai, melainkan tetap berdiri teguh ketika badai datang. Banyak orang di Indonesia saat ini sedang bergumul dengan ketidakpastian ekonomi, kenaikan biaya hidup, dan tekanan pekerjaan. Namun ketika kita membangun hidup di atas Kristus dan Firman-Nya, kita memiliki dasar yang tak tergoyahkan meski segala sesuatu di sekitar kita berguncang.

Pertanyaan refleksi: Apakah ada area dalam hidup saudara (pekerjaan, keuangan, atau keluarga) yang saat ini sedang terguncang? Sudahkah saudara memastikan bahwa fondasi saudara adalah Kristus dan bukan pada hal-hal duniawi yang mudah goyah?

Kalimat kunci: Orang yang membangun di atas Kristus mungkin diguncang, tetapi tidak akan runtuh, karena fondasinya adalah Batu yang Kokoh.



Stay Connected

To stay up to date on everything happening at GBI Eben Haezer, subscribe to our weekly newsletter.