Senin 1 Juni 2026 — Fondasi yang Tak Dapat Digoncangkan

Tahun 1871, seorang misionaris bernama Hudson Taylor mendirikan China Inland Mission di tengah kekacauan perang dan pemberontakan di China. Banyak orang menganggapnya gila karena ia membangun pelayanan bukan di atas dukungan keuangan besar atau perlindungan pemerintah, melainkan semata-mata pada janji Firman Tuhan. Ketika badai pemberontakan Boxer meletus tahun 1900 dan ratusan misionaris dibunuh, pelayanan Taylor tetap bertahan karena fondasinya bukan pada manusia, melainkan pada Kristus.

“Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.” (Matius 7:24)

Saudara, Tuhan Yesus mengajarkan bahwa setiap kita sedang membangun “rumah” kehidupan. Banyak orang membangun di atas fondasi yang tampak kuat: karier, kekayaan, relasi, atau kesehatan. Namun ketika badai datang — krisis ekonomi, kehilangan pekerjaan, atau bencana — fondasi itu goyah. Hanya fondasi Kristus dan Firman-Nya yang tak pernah runtuh. Fondasi yang benar terletak pada ketaatan sehari-hari, bukan pada situasi yang nyaman.

Pertanyaan refleksi: Di atas apa saudara sedang membangun hidup saudara saat ini? Apakah fondasi saudara lebih bergantung pada hal-hal duniawi atau pada Firman dan ketaatan kepada Kristus?

Kalimat kunci: Fondasi yang tak tergoncangkan bukan dibangun dari kekuatan manusia, melainkan dari ketaatan yang teguh kepada firman Kristus di tengah segala guncangan.



Stay Connected

To stay up to date on everything happening at GBI Eben Haezer, subscribe to our weekly newsletter.