Jumat 22 Mei 2026 — Tetap Bernyanyi di Tengah Penganiayaan

Pendeta Y. di daerah pedalaman Kalimantan tahun 2000-an menghadapi penganiayaan berat karena imannya. Rumahnya dibakar, ia diusir dari desa, dan harus hidup mengembara. Namun di setiap tempat persembunyian, ia tetap mengajar anak-anak kampung bernyanyi lagu rohani. Ia berkata, “Mereka boleh membakar rumahku, tapi mereka tidak bisa membakar imanku.”

“Di tengah-tengah segala sesuatu kami lebih dari pada pemenang oleh Dia yang telah mengasihi kita.” (Roma 8:37)

Saudara, kisah Pendeta Y. menguatkan kita bahwa situasi yang buruk tidak dapat memadamkan nyala iman. Tuhan sanggup menjaga sukacita kita meski segala sesuatu di sekitar kita runtuh.

Pertanyaan refleksi: Apa yang sedang “dibakar” dalam hidup saudara saat ini? Maukah saudara tetap memilih memuji dan percaya?

Kalimat kunci: Kita melampaui keadaan ketika kita memilih memuji Tuhan meski api situasi semakin menyala di sekitar kita.



Stay Connected

To stay up to date on everything happening at GBI Eben Haezer, subscribe to our weekly newsletter.