Kamis 21 Mei 2026 — Damai di Tengah Badai yang Tak Berhenti
Bapak Markus, seorang nelayan di pesisir Sulawesi Utara, kehilangan perahu dan rumahnya karena badai berturut-turut selama beberapa hari. Ia dan keluarganya hidup dari bantuan tetangga. Meski demikian, setiap malam ia mengumpulkan keluarga untuk berdoa dan memuji Tuhan. “Badai boleh datang, tapi Tuhan yang menguasai badai tetap bersama kita,” katanya.
“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu.” (Yohanes 14:27)
Saudara, Bapak Markus mengajarkan bahwa damai sejahtera Kristus tidak bergantung pada cuaca kehidupan.
Pertanyaan refleksi: Apakah saudara sedang berada dalam “badai” yang seolah tak berhenti? Sudahkah saudara menerima damai sejahtera yang diberikan Kristus?
Kalimat kunci: Damai sejahtera yang melampaui situasi hanya ditemukan ketika kita memilih percaya dan memuji Tuhan di tengah badai yang belum reda.
Newest Events
Senin 17 Agustus 2026 — Proklamasi Kemerdekaan Rohani (Edisi Spesial Kemerdekaan RI)
Minggu 16 Agustus 2026 — Bebas dari Pengadilan Masa Lalu
Sabtu 15 Agustus 2026 — Nilai di Tangan Sang Master
Jumat 14 Agustus 2026 — Pandangan yang Menembus Kabut (Penutup Minggu 2)
Kamis 13 Agustus 2026 — Sukacita di Sel Isolasi