Rabu 20 Mei 2026 — Pujian di Tempat Tidur Rumah Sakit
Seorang perempuan bernama saudari Elisabeth di sebuah rumah sakit di Maluku tahun 1990-an menderita kanker tulang yang sangat menyakitkan. Ia terbaring bertahun-tahun di tempat tidur rumah sakit. Meski rasa sakitnya luar biasa, setiap pagi ia meminta perawat membacakan Mazmur baginya dan kemudian bernyanyi dengan suara lemah. Banyak pasien dan dokter yang mendengarnya merasa terhibur dan bertanya tentang imannya. Ia meninggal dengan damai sambil tersenyum.
“Karena mata kami tidak memandang pada yang kelihatan, tetapi pada yang tidak kelihatan, sebab yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tidak kelihatan adalah kekal.” (2 Korintus 4:18)
Saudara, Suster Elisabeth menunjukkan bahwa kita dapat memuji Tuhan meski tubuh dan keadaan kita semakin memburuk. Di saat sakit berkepanjangan, kehilangan, atau kegagalan yang berulang, kita diajak untuk mengalihkan pandangan dari yang kelihatan ke yang tidak kelihatan. Tuhan tetap layak dipuji karena Ia mengendalikan segala sesuatu.
Pertanyaan refleksi: Bagaimana reaksi saudara ketika situasi semakin sulit? Sudahkah saudara belajar memandang kepada Tuhan yang kekal di tengah segala yang sementara?
Kalimat kunci: Memuji Tuhan di saat keadaan semakin buruk adalah tanda bahwa hati kita telah melampaui situasi duniawi.
Newest Events
Jumat 3 Juli 2026 — Penjara Imajinasi
Kamis 2 Juli 2026 — Pikiran yang Terbelah
Rabu 1 Juli 2026 — Melemparkan Beban ke Punggung yang Tepat
Selasa 30 Juni 2026 — Penutup Bulan: Masa Depan yang Aman
Senin 29 Juni 2026 — Warisan untuk Generasi Berikutnya