Selasa 19 Mei 2026 — Tetap Setia di Tengah Kemiskinan Berkepanjangan

Ibu Sara T. adalah seorang janda di daerah pegunungan Papua yang hidup dalam kemiskinan ekstrem selama lebih dari 20 tahun. Rumahnya dari kayu dan daun, sering kebanjiran, dan ia hanya makan ubi rebus. Meski demikian, setiap Minggu ia berjalan kaki dua jam untuk ke gereja kecil sambil membawa hasil kebun sedikit untuk persembahan. Ia selalu berkata, “Tuhan sudah memberi aku nafas hari ini, itu sudah cukup untuk memuji Dia.” Banyak orang muda di kampungnya tergerak dan bertobat karena melihat ketekunannya.

“TUHAN adalah kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku.” (Mazmur 118:14)

Saudara, kisah Ibu Sara mengajarkan kita untuk tidak menunggu situasi membaik baru memuji Tuhan. Banyak di antara kita sedang bergumul dengan kesulitan keuangan yang panjang, tekanan hidup, atau masa depan yang tidak jelas. Namun Tuhan memanggil kita untuk memandang kepada Dia, bukan kepada keadaan. Ketika kita tetap percaya dan memuji dalam kesulitan, kita menjadi kesaksian hidup yang kuat bagi orang lain.

Pertanyaan refleksi: Apakah saudara sedang menunggu situasi membaik sebelum memuji Tuhan? Apa yang bisa saudara syukuri hari ini meski keadaan masih sulit?

Kalimat kunci: Percaya di tengah situasi yang sulit adalah bukti bahwa iman kita melampaui keadaan yang kita lihat.



Stay Connected

To stay up to date on everything happening at GBI Eben Haezer, subscribe to our weekly newsletter.