Minggu 17 Mei 2026 — Memuji di Tengah Api yang Tak Padam
Tahun 1970-an di sebuah desa kecil di pedalaman Nusa Tenggara Timur, seorang ibu bernama Ibu Rebeka L. hidup dalam penderitaan yang panjang. Suaminya meninggal karena kecelakaan, tiga anaknya meninggal berturut-turut karena wabah malaria, dan ia sendiri lumpuh separuh tubuh karena stroke. Rumahnya yang sederhana sering kebanjiran saat musim hujan. Namun setiap pagi, meski tubuhnya sakit, Ibu Rebeka meminta anak tetangga membantunya duduk di depan pintu. Di sana ia menyanyikan lagu-lagu pujian dengan suara gemetar. Tetangga yang mendengar sering bertanya, “Bu, mengapa Ibu masih memuji Tuhan padahal keadaan tidak pernah berubah?” Ia menjawab dengan senyum, “Situasi ini tidak bisa mengubah siapa Tuhan bagiku.” Kesaksiannya yang tenang membawa banyak keluarga di desanya kepada Kristus. Ia meninggal tahun 1985 dengan tangan terangkat lemah sambil bernyanyi “Haleluya”.
“Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan, sebab kamu tahu, bahwa jerih payahmu di dalam Tuhan tidak sia-sia.” (1 Korintus 15:58)
Saudara, Ibu Rebeka mengajarkan kita bahwa iman yang sejati tidak bergantung pada perbaikan situasi. Banyak dari kita sedang berada dalam keadaan yang seolah tidak berubah: sakit yang berkepanjangan, masalah keluarga yang rumit, atau tekanan ekonomi yang terus-menerus. Dalam situasi seperti itu, hati kita mudah menjadi dingin dan berhenti memuji. Namun Tuhan tidak memanggil kita untuk memuji hanya ketika keadaan baik, melainkan untuk memuji karena Ia tetap baik meski keadaan buruk. Memuji di tengah kesulitan adalah pernyataan iman bahwa Tuhan lebih besar dari situasi kita.
Pertanyaan refleksi: Apakah ada situasi dalam hidup saudara yang sudah lama tidak berubah dan membuat saudara lelah? Hari ini, maukah saudara memilih memuji Tuhan meskipun keadaan belum berubah?
Kalimat kunci: Iman yang melampaui situasi lahir ketika kita memilih memuji Tuhan bukan karena keadaan baik, melainkan karena Tuhan tetap baik di tengah keadaan yang sulit.
Newest Events
Senin 18 Mei 2026 — Nyanyian di Dalam Penjara
Minggu 17 Mei 2026 — Memuji di Tengah Api yang Tak Padam
Sabtu 16 Mei 2026 — Kuasa di Tengah Penjara dan Penyakit
Jumat 15 Mei 2026 — Doa yang Memindahkan Gunung
Kamis 14 Mei 2026 — Roh Kudus di Tengah Badai Pemberontakan