Sabtu 16 Mei 2026 — Kuasa di Tengah Penjara dan Penyakit
Saudara S., seorang mantan narapidana di Jawa Tengah yang bertobat di penjara tahun 1980-an, kemudian menderita kanker stadium lanjut. Meski tubuhnya semakin lemah dan sering kesakitan, ia justru menjadi alat Tuhan yang luar biasa. Di rumah sakit dan saat kunjungan ke gereja-gereja kecil, ia bersaksi dengan suara pelan tapi penuh kuasa. Banyak orang yang mendengar kesaksiannya menangis dan bertobat. Ia sering berkata, “Tubuhku sudah hampir habis, tapi Roh Kudus di dalamku semakin kuat.” Hingga akhir hayatnya, meski terbaring di tempat tidur, ia terus mendoakan orang-orang yang datang menjenguknya, dan banyak yang disembuhkan atau diberkati melalui doanya.
“Karena itu aku sangat senang dan rela dalam kelemahanku... Sebab ketika aku lemah, pada waktu itulah aku kuat.” (2 Korintus 12:10)
Saudara, kisah Saudara S. mengingatkan kita bahwa kuasa Roh Kudus tidak tergantung pada kondisi fisik atau latar belakang kita. Bahkan di saat paling lemah — sakit, tua, atau terbatas — Roh Kudus dapat bekerja dengan dahsyat. Kita sering takut karena merasa tidak cukup. Namun Tuhan justru memilih yang lemah untuk mempermalukan yang kuat. Marilah kita belajar melepaskan segala kepercayaan pada kekuatan sendiri dan membiarkan Roh Kudus memenuhi serta memakai hidup kita sepenuhnya.
Pertanyaan refleksi: Bagaimana kondisi lemah saudara saat ini dapat menjadi kesempatan bagi Roh Kudus bekerja? Sudahkah saudara mau menyerahkan seluruh keterbatasan saudara kepada Tuhan hari ini?
Kalimat kunci: Kuasa Roh Kudus paling nyata dinyatakan bukan di saat kita kuat, melainkan ketika kita mengakui keterbatasan kita dan bergantung sepenuhnya pada-Nya.
Newest Events
Senin 18 Mei 2026 — Nyanyian di Dalam Penjara
Minggu 17 Mei 2026 — Memuji di Tengah Api yang Tak Padam
Sabtu 16 Mei 2026 — Kuasa di Tengah Penjara dan Penyakit
Jumat 15 Mei 2026 — Doa yang Memindahkan Gunung
Kamis 14 Mei 2026 — Roh Kudus di Tengah Badai Pemberontakan