Kamis 2 April 2026 — Kasih yang Tercurah
Dalam sebuah kisah nyata, seorang ibu rela mendonorkan organ tubuhnya demi menyelamatkan anaknya. Ia berkata, “Selama anakku hidup, itu sudah cukup bagiku.” Pengorbanan seperti ini menggambarkan sekilas dari kasih yang rela memberi segalanya.
Namun kasih Kristus jauh melampaui itu.
“Tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” (Roma 5:8)
Yesus tidak mati untuk orang benar. Ia mati untuk manusia yang berdosa. Ia tidak menunggu saudara berubah. Ia terlebih dahulu mengasihi saudara. Salib adalah bukti bahwa kasih Tuhan tidak bersyarat.
Seringkali saudara merasa tidak layak. Merasa terlalu jauh dari Tuhan. Tetapi salib berkata sebaliknya. Darah Kristus berbicara tentang pengampunan, pemulihan, dan kasih yang tidak pernah gagal.
Hari ini, jangan hanya memahami salib secara pikiran. Terimalah secara pribadi. Biarkan kasih itu menjamah luka terdalam saudara. Biarkan kasih itu mengubah cara saudara memandang diri sendiri dan orang lain.
Kasih yang saudara terima dari salib seharusnya menjadi kasih yang saudara bagikan kepada dunia.
Pertanyaan refleksi:
Apakah saudara sungguh percaya bahwa kasih Kristus cukup untuk mengampuni dan memulihkan seluruh hidup saudara?
Kalimat kunci:
Kasih di kayu salib bukan hanya untuk dipahami, tetapi untuk diterima dan dihidupi setiap hari.
Newest Events
Jumat 3 April 2026 — Jumat Agung: Kemenangan di Balik Penderitaan
Kamis 2 April 2026 — Kasih yang Tercurah
Rabu 1 April 2026 — Jalan Menuju Salib
Selasa 31 Maret 2026 Signature to the World – Hidup yang Menyelesaikan Tugas Ilahi
Senin 30 Maret 2026 Signature to the World – Terang yang Tidak Tersembunyi