Rabu, 18 Februari 2026 Empati yang Menyelamatkan Keluarga
Di sebuah keluarga Kristen di Sumatra Utara, seorang ibu berjuang memahami anaknya yang mengalami depresi. Banyak nasihat sudah diberikan, tetapi justru menjauhkan hati sang anak. Hingga suatu hari, sang ibu berhenti menasihati dan mulai mendengarkan.
Ia duduk menemani dalam keheningan, menangis bersama, dan berkata, “Ibu tidak sepenuhnya mengerti, tapi ibu mau berjalan bersamamu.” Kalimat sederhana itu membuka kembali relasi yang hampir hilang.
Firman Tuhan:
Pengkhotbah 4:9–10
Empati memulihkan ketika kehadiran lebih kuat daripada nasihat.
Pertanyaan Refleksi:
Siapa yang Tuhan panggil saudara untuk dampingi, bukan untuk perbaiki?
Kalimat Kunci:
Empati adalah kesediaan untuk berjalan bersama di tengah kegelapan.
Newest Events
Jumat 3 April 2026 — Jumat Agung: Kemenangan di Balik Penderitaan
Kamis 2 April 2026 — Kasih yang Tercurah
Rabu 1 April 2026 — Jalan Menuju Salib
Selasa 31 Maret 2026 Signature to the World – Hidup yang Menyelesaikan Tugas Ilahi
Senin 30 Maret 2026 Signature to the World – Terang yang Tidak Tersembunyi