Sabtu 25 April 2026 — Damai di Tengah Penderitaan

Andrew Brunson adalah seorang pendeta yang dipenjara di Turki selama hampir dua tahun karena imannya. Ia mengalami tekanan mental, kesepian, bahkan hampir kehilangan harapan.

Namun dalam kesaksiannya setelah dibebaskan, ia berkata bahwa di titik terendahnya, ia belajar satu hal: menyembah Tuhan bukan karena perasaan, tetapi karena iman.

“Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:7)

Saudara, damai Tuhan tidak bergantung pada situasi.

Damai itu melampaui logika.

Andrew Brunson tidak memiliki kebebasan secara fisik. Tetapi ia menemukan kebebasan di dalam Tuhan.

Dan damai itu menjaga hatinya tetap hidup.

Hari ini, mungkin saudara tidak berada di penjara fisik. Tetapi mungkin ada “penjara” lain—ketakutan, tekanan, pergumulan.

Tuhan yang sama masih memberikan damai yang melampaui akal.

Pertanyaan refleksi:
Apakah saudara mencari damai dari keadaan, atau dari Tuhan?

Kalimat kunci:
Damai sejati tidak datang dari situasi yang berubah, tetapi dari Tuhan yang tidak berubah.



Stay Connected

To stay up to date on everything happening at GBI Eben Haezer, subscribe to our weekly newsletter.