Kamis, 1 Oktober 2026 — KETIKA JAWABAN TUHAN BERBEDA
Pada musim panas tahun 1967, seorang gadis Amerika berusia 17 tahun bernama Joni Eareckson mengalami kecelakaan ketika menyelam di Chesapeake Bay. Kepalanya membentur dasar perairan yang dangkal dan tulang lehernya patah. Kecelakaan itu membuatnya mengalami quadriplegia dan harus menjalani kehidupan dari kursi roda.
Bagi seorang remaja yang aktif, kenyataan tersebut sangat menghancurkan. Joni melewati masa rehabilitasi yang panjang dan pergumulan emosional yang berat. Ia pernah tenggelam dalam keputusasaan ketika menyadari bahwa kelumpuhannya bersifat permanen.
Sebagai orang percaya, Joni dan banyak orang di sekelilingnya berdoa. Ia berharap Tuhan memulihkan tubuhnya. Namun kesembuhan fisik seperti yang diharapkannya tidak terjadi.
Tahun-tahun berlalu. Joni tetap hidup dengan quadriplegia. Tetapi di tengah keadaan yang tidak berubah itu, sesuatu yang lain mulai berubah: cara Joni melihat Tuhan dan hidupnya sendiri.
Ia belajar melukis dengan memegang kuas menggunakan mulutnya, menjadi penulis dan pembicara, serta kemudian mendirikan Joni and Friends, sebuah pelayanan yang menolong penyandang disabilitas dan keluarga mereka di berbagai negara. Hampir enam dekade setelah kecelakaannya, Joni melihat kembali perjalanan hidupnya sebagai kesaksian tentang kasih karunia Tuhan yang menopangnya di tengah penderitaan.
Firman Tuhan berkata:
“Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” — 2 Korintus 12:9
Saudara, Rasul Paulus juga pernah meminta sesuatu kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh.
Ia menyebut pergumulannya sebagai “duri dalam daging.” Tiga kali Paulus memohon supaya Tuhan mengambilnya.
Tetapi Tuhan memberikan jawaban yang berbeda.
Paulus meminta kelemahannya diangkat. Tuhan memberikan kasih karunia untuk menjalaninya.
Paulus meminta keadaan berubah. Tuhan menunjukkan bahwa kuasa Kristus dapat bekerja bahkan ketika keadaan belum berubah.
Inilah salah satu bagian tersulit dalam kehidupan iman.
Kita mudah berkata bahwa Tuhan baik ketika doa dijawab sesuai keinginan. Tetapi ketika kesembuhan belum datang, pekerjaan belum terbuka, keluarga belum berubah, atau persoalan tetap ada, kita mulai bertanya:
“Apakah Tuhan masih mengasihi saya?”
Jawaban Tuhan kepada Paulus mengingatkan kita bahwa kasih Tuhan tidak diukur hanya dari terpenuhi atau tidaknya permintaan kita.
Jawaban Tuhan yang berbeda bukan berarti Tuhan menolak kita.
Kadang Tuhan mengubah keadaan kita. Kadang Ia memberikan kasih karunia supaya kita tetap berdiri di tengah keadaan yang belum berubah.
Karena itu, jangan menjauh dari Tuhan hanya karena saudara belum memahami jawaban-Nya.
Datanglah kepada-Nya.
Kasih karunia Kristus tetap cukup untuk hari ini.
Pertanyaan Refleksi:
Adakah doa yang belum dijawab sesuai harapan sehingga membuat saya mulai mempertanyakan kasih Tuhan?
Ingatlah!
“Jawaban Tuhan yang berbeda dari harapan kita tidak berarti kasih-Nya berubah; kasih karunia-Nya tetap cukup untuk menopang kita.” Amin.
Newest Events
Kamis, 1 Oktober 2026 — KETIKA JAWABAN TUHAN BERBEDA
Rabu, 30 September 2026 — SEMUANYA KEMBALI KEPADA TUHAN
Selasa, 29 September 2026 — UKURAN SUKSES YANG BERBEDA
Senin, 28 September 2026 — JANGAN HABISKAN HIDUP UNTUK YANG SEMENTARA
Minggu, 27 September 2026 — DITEMUKAN SETIA