Kamis 30 Juli 2026 — Surat Terakhir dari Balik Bantal

Watchman Nee adalah seorang tokoh gereja dan penulis rohani yang sangat berpengaruh di Tiongkok. Karena imannya, ia ditangkap oleh pemerintah komunis pada tahun 1952 dan menghabiskan 20 tahun sisa hidupnya di kamp kerja paksa. Ia tidak pernah melihat istrinya lagi sampai ia meninggal. Secara manusia, akhir hidupnya tampak seperti sebuah kekalahan total; kedaulatan Tuhan seolah-olah "gagal" menyelamatkannya dari penjara. Namun, ketika penjaga kamp membersihkan ranjangnya setelah ia wafat, mereka menemukan secarik kertas yang disembunyikan di bawah bantalnya. Di sana tertulis dengan tangan yang bergetar: "Kristus adalah Anak Allah yang mati untuk menebus dosa dan bangkit pada hari ketiga. Ini adalah kebenaran terbesar di alam semesta. Saya mati karena iman saya kepada Kristus."

"Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan." (Roma 14:8)

Saudara, kata "Tuhan" yang digunakan Paulus di sini adalah Kyrios (Κύριος), yang berarti Pemilik, Tuan, atau Penguasa Mutlak. Watchman Nee memahami betul makna Kyrios. Ia tidak memaksakan agendanya kepada Tuhan. Ia membiarkan Tuhan menjadi Tuhan atas hidupnya (Let God be God), baik ketika ia dipakai berkhotbah kepada ribuan orang di masa mudanya, maupun ketika ia membusuk di penjara di masa tuanya. Sering kali kita kecewa ketika hasil doa kita tidak sesuai harapan. Tetapi iman yang sejati adalah iman yang berkata, "Tuhan, baik Engkau membebaskan aku dari masalah ini atau tidak, Engkau tetaplah Tuan atas hidupku." 

Pertanyaan refleksi: Apakah ketaatan Anda kepada Tuhan saat ini bersyarat (hanya jika Ia memberkati), atau tanpa syarat seperti Watchman Nee?

Kalimat kunci: Kemerdekaan sejati bukanlah saat kita bebas dari penderitaan, melainkan saat kita bebas dari keharusan untuk mengendalikan nasib kita sendiri.



Stay Connected

To stay up to date on everything happening at GBI Eben Haezer, subscribe to our weekly newsletter.